Bupati Kaur Gusril Pausi Ajak Warga Dukung Penegakan Perda saat Safari Ramadan
Kaur, Rakjat.com – Pemerintah Kabupaten Kaur kembali melaksanakan agenda Safari Ramadan 1447 Hijriah. Kali ini kegiatan dipusatkan di Masjid Sholihin, Desa Geramat, Kecamatan Kinal, yang dihadiri langsung oleh Bupati Kaur Gusril Pausi.
Kedatangan bupati disambut hangat oleh masyarakat serta jemaah Masjid Sholihin. Kegiatan tersebut menjadi momen silaturahmi antara pemerintah daerah dengan warga sekaligus kesempatan bagi pemerintah untuk mendengar langsung berbagai aspirasi masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Kaur hadir bersama sejumlah pejabat daerah, di antaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Kaur Nasrur Rahman, para asisten, staf ahli bupati, serta beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Turut mendampingi Ketua TP PKK Kabupaten Kaur Poppy Tatriasi Gusril, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Popi Anggraini Hamid, Camat Kinal, para kepala desa se-Kecamatan Kinal, serta masyarakat dan jemaah masjid.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian laporan oleh Camat Kinal Janhar Sudianto terkait sejumlah program yang tengah berjalan di wilayahnya. Dalam laporannya, camat menjelaskan bahwa Peraturan Daerah mengenai penertiban ternak telah disosialisasikan kepada seluruh desa di Kecamatan Kinal, meskipun implementasinya masih belum sepenuhnya berjalan di beberapa desa.
Ia juga menyampaikan perkembangan terkait Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang sebelumnya berstatus nonaktif. Pemerintah kecamatan bersama Dinas Sosial telah melakukan koordinasi guna memperbarui data penerima bantuan sosial agar kembali aktif dan tepat sasaran.
Disebutkan, terdapat 12 desa di Kecamatan Kinal yang telah mengusulkan pembaruan data sehingga status penerima bantuan, termasuk Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional, dapat kembali diproses.
Kepala Desa Geramat Khairul Iksan dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas kunjungan Bupati Kaur ke Masjid Sholihin.
“Alhamdulillah, ini di luar dugaan kami. Bupati bisa meluangkan waktu hadir di Masjid Sholihin. Ini menjadi kebanggaan bagi kami” ujar Khairul.
Ia juga mengungkapkan bahwa masjid tersebut sebelumnya baru dua kali dikunjungi oleh kepala daerah, yakni pada masa kepemimpinan Syaukani Saleh dan saat ini oleh Bupati Gusril Pausi.
Menurutnya, pembangunan Masjid Sholihin dimulai pada tahun 2021 bersamaan dengan awal masa jabatannya sebagai kepala desa. Namun hingga saat ini proses pembangunan masjid tersebut masih belum selesai.
“Sudah hampir empat tahun berjalan dan masih belum selesai. Kami berharap ada dukungan dan solusi agar pembangunan masjid ini bisa segera dituntaskan” katanya.
Sementara itu, Bupati Kaur Gusril Pausi dalam arahannya menyampaikan bahwa kehadirannya di Desa Geramat bukan hanya untuk menjalankan agenda keagamaan, tetapi juga untuk mempererat hubungan dengan masyarakat serta mendengar langsung berbagai kebutuhan warga.
Ia mengatakan sengaja mengajak para kepala OPD agar aspirasi masyarakat yang disampaikan dapat langsung ditindaklanjuti oleh instansi terkait.
“Saya sengaja membawa seluruh kepala OPD agar kita bisa mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan dan harapan masyarakat. Dengan begitu, kita bisa segera mencarikan langkah konkret untuk menindaklanjuti setiap aspirasi yang disampaikan” ujar Gusril.
Menurutnya, pendekatan langsung kepada masyarakat sangat penting agar setiap program pembangunan yang dijalankan pemerintah benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Pada kesempatan itu, Bupati juga mengingatkan pentingnya dukungan masyarakat dalam pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 04 Tahun 2025 yang ditargetkan dapat diselesaikan pada tahun 2026.
Ia menegaskan bahwa penegakan aturan tersebut memerlukan kerja sama berbagai pihak dan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat Satpol PP.
“Penegakan perda ini tidak bisa hanya dibebankan kepada Satpol PP. Perlu dukungan semua pihak, termasuk kepala desa dan masyarakat” ujar Gusril.
Bupati juga meminta seluruh kepala desa segera menindaklanjuti perda tersebut dengan menyusun aturan turunan melalui Peraturan Desa agar penerapannya di tingkat desa dapat berjalan lebih efektif.
Ia menambahkan bahwa penertiban ternak memiliki kaitan erat dengan program unggulan daerah yang saat ini sedang dijalankan.
“Penertiban hewan ternak ini muaranya berkaitan dengan program unggulan kita, yaitu pembagian satu juta bibit sawit secara gratis kepada masyarakat. Pada tahun 2026 ini sudah mulai didistribusikan dan akan terus digulirkan selama lima tahun ke depan” ungkapnya.
Menurutnya, apabila ternak tidak lagi dilepasliarkan, maka petani dan pekebun dapat lebih aman dalam mengelola lahan mereka, terutama yang menerima bantuan bibit sawit dari pemerintah.
“Program satu juta bibit sawit ini menelan anggaran yang cukup besar. Karena itu harus kita jaga bersama agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat” tegas Gusril.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan perkembangan terkait sektor kelistrikan di Kabupaten Kaur. Ia mengungkapkan bahwa pembangunan tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 KV beserta gardu induk kini telah selesai dibangun.
“Alhamdulillah, pembangunan tower SUTT 150 KV dan gardu induk sudah selesai. Ini akan memperkuat sistem kelistrikan kita dan meningkatkan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat” ujarnya.
Ia menyebutkan bahwa dengan beroperasinya gardu induk tersebut, persoalan kekurangan daya listrik di Kabupaten Kaur kini telah teratasi.
“Masalah kelistrikan di Kabupaten Kaur dengan telah beroperasinya gardu induk sudah teratasi. Tidak ada lagi kekurangan daya. Pemadaman listrik pun sudah berkurang, tidak seperti dulu, bisa terjadi pemadaman jika ada gangguan teknis” jelasnya.
Pada kegiatan Safari Ramadan tersebut, Bupati Kaur juga menyerahkan bantuan uang sebesar Rp5.000.000 untuk Masjid Sholihin. Selain itu, melalui Badan Amil Zakat Kabupaten Kaur disalurkan bantuan berupa kursi roda bagi warga Desa Tanjung Alam serta bantuan kepada 20 orang mustahik.(Adv)
