Skip to main content
Ahmad Firdaus/foto(Ist)

Dukung Asta Cita Prabowo-Gibran, Brigade Rakyat Nusantara Jambi Optimis MBG dan KMPDK Bawa Kemandirian Ekonomi

JAMBI,Rakjat.com — Dewan Pimpinan Daerah Brigade Rakyat Nusantara (BRN) Provinsi Jambi secara terbuka menyatakan dukungan penuh terhadap program strategis "Asta Cita" yang diusung oleh Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Dua program unggulan yang kini menjadi sorotan masyarakat adalah Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penguatan ekonomi berbasis kerakyatan melalui Koperasi Merah Putih Desa Kelurahan (KMPDK). BRN Jambi menilai, kedua program ini merupakan tantangan sekaligus pembuktian bagi duet Prabowo-Gibran bahwa visi mereka adalah program jangka panjang demi mewujudkan kemandirian ekonomi Indonesia dalam mengelola kekayaan alamnya.

Ketua BRN Jambi Ahmad Firdaus, menegaskan bahwa integrasi antara MBG dan Koperasi Merah Putih Desa Kelurahan (KMPDK) adalah langkah jitu untuk memotong rantai distribusi yang selama ini merugikan masyarakat bawah. Melalui koperasi di tingkat desa dan kelurahan, potensi lokal dapat dikelola langsung oleh dan untuk masyarakat setempat.

"Koperasi Merah Putih Desa Kelurahan ini adalah urat nadi baru bagi ekonomi kerakyatan. Ini tantangan besar bagi pemerintahan Prabowo-Gibran untuk memastikan kelembagaan di tingkat desa ini berjalan optimal. Jika KMPDK ini berjalan sinergis dengan program Makan Bergizi Gratis, maka pasokan pangan dan nutrisi bisa diserap langsung dari hasil bumi desa setempat. Ini modal kuat menuju kemandirian ekonomi jangka panjang," ujarnya.

Optimisme BRN Jambi kian diperkuat oleh lompatan besar di sektor pangan nasional. Berdasarkan data terbaru dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Kementerian Pertanian, Indonesia mencatatkan rekor swasembada yang impresif. Surplus produksi terhadap konsumsi beras nasional tercatat melonjak hingga mencapai 3,52 juta ton (dari total produksi 34,71 juta ton). Angka surplus ini meroket tajam hingga lebih dari 240 persen jika dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Tidak hanya itu, berdasarkan prognosa Neraca Pangan Nasional, sejumlah komoditas strategis lainnya juga mencatatkan surplus yang sangat signifikan, di antaranya:

Jagung: Surplus sebesar, 4,85 juta ton, (ketersediaan mencapai 10,75 juta ton dengan kebutuhan 5,89 juta ton).
Daging Ayam: Surplus sebesar 728 ribu ton.
Telur Ayam: Surplus sebesar 349 ribu ton.
Minyak Goreng: Surplus sebesar 3,55 juta ton.
Gula Konsumsi:Surplus sebesar 595 ribu ton.

Melimpahnya stok dalam negeri ini langsung direspons oleh Kementerian Pertanian dengan melepas berbagai komoditas surplus ke pasar global, termasuk mencatatkan lonjakan ekspor komoditas unggas dan telur ke negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia demi mendongkrak devisa negara.

Langkah ekspor ini menjadi bukti konkret bahwa blueprint kedaulatan pangan dan pengelolaan sumber daya alam yang dirancang dalam Asta Cita berada di jalur yang tepat. BRN Jambi berharap surplus pangan ini dapat terus dipertahankan dan didistribusikan secara adil melalui jaringan Koperasi Merah Putih di seluruh pelosok desa.

"Data Kementan dan Bapanas sudah berbicara. Kita surplus beras, jagung, hingga telur dan daging ayam, bahkan sudah bisa ekspor. Ini bukti nyata tanah kita kaya. Dari Jambi, kami siap mengawal dan memastikan Koperasi Merah Putih Desa Kelurahan di wilayah kami menjadi motor penggerak utama dalam menyerap hasil bumi lokal dan menyukseskan swasembada ini," tambah Daus yang merupakan Pengurus KADIN Tanjung Jabung Timur.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, serta pengawalan ketat dari elemen masyarakat seperti Brigade Rakyat Nusantara, program Asta Cita diharapkan dapat segera mengakar kuat di Provinsi Jambi, demi terwujudnya Indonesia yang berdaulat secara ekonomi dari tingkat desa.(Hsu) 

Daerah