Skip to main content
BPKAD Nilai Pengawasan WFA dan Wisata Jaga Stabilitas Daerah

BPKAD Nilai Pengawasan WFA dan Wisata Jaga Stabilitas Daerah

Kota Bengkulu, Rakjat.com - Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menegaskan bahwa penerapan sistem kerja Work From Anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu tidak akan mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan saat dirinya melakukan pemantauan langsung terhadap kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Rabu (25/3/2026). Dalam kegiatan tersebut, ia didampingi Penjabat Sekda Medy Pebriansyah serta Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Widodo.

Menurut Dedy, kebijakan WFA hanya diberlakukan bagi OPD yang tugas pokok dan fungsinya tidak bersentuhan langsung dengan pelayanan publik. Sementara instansi strategis seperti Dukcapil dan unit layanan publik lainnya tetap beroperasi normal seperti biasa.

“Alhamdulillah, saya lihat semangat kerja teman-teman luar biasa. Kita ingin memastikan pelayanan tetap optimal bagi warga Kota Bengkulu,” ujar Dedy.

Selain meninjau pelayanan publik, Walikota juga menyoroti kenyamanan wisatawan di sejumlah objek wisata unggulan, seperti Pantai Panjang. Ia menegaskan bahwa pemerintah telah mengambil langkah pengawasan terhadap tarif parkir dan harga makanan agar tetap wajar dan tidak merugikan pengunjung.

Dedy juga menghimbau masyarakat untuk berani melaporkan jika menemukan praktik pungutan liar, baik oleh oknum juru parkir ilegal maupun pedagang yang mematok harga di luar kewajaran.

“Zaman sudah canggih, kalau ada yang minta parkir Rp5.000 atau Rp10.000 tidak sesuai aturan, tolong diviralkan atau didokumentasikan sebagai bukti. Kami jamin dalam 1x24 jam tim akan turun ke lapangan,” tegasnya.

Sebagai langkah nyata, Pemkot Bengkulu bersama TNI, Polri, serta stakeholder terkait termasuk Satpol PP telah menurunkan personel untuk melakukan pemantauan secara rutin. Bahkan, sanksi tegas berupa pencabutan Surat Perintah Tugas (SPT) telah diberlakukan bagi oknum yang terbukti melanggar aturan.

Di sisi lain, Dedy mengungkapkan rasa syukur atas meningkatnya kunjungan wisatawan ke Bengkulu. Tingginya okupansi hotel dan ramainya aktivitas di kawasan pantai menjadi indikator bahwa penataan kawasan wisata mulai menunjukkan hasil positif.

“Pantai kita sudah mulai kita tata dan rapikan. Dampaknya luar biasa bagi ekonomi lokal, meskipun pembangunan fasilitas seperti gazebo baru mencapai sekitar seperempat,” ujarnya.

Di sisi lain, Kepala BPKAD Kota Bengkulu Yudi Susanda menilai penerapan WFA yang tetap diimbangi dengan pengawasan pelayanan serta penataan kawasan wisata merupakan langkah tepat dalam menjaga kinerja pemerintahan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Daerah