Skip to main content
Foto hanya Simbol

Ingat Masa Lalu, Tokoh Presidium Pemekaran Benteng : Jangan Pilih Pemimpin Zalim

Benteng, Rakjat.com - Tokoh Presidium Pemekaran Masyarakat menentang keras dengan kelakuan salah satu pasangan karena mereka dihalang-halangi saat ingin melakukan pemekaran pisah dari Kabupaten Bengkulu Utara ikut ke Kabupaten Bengkulu Tengah, Selasa (20/10).

Hal ini disampaikan salah satu tokoh presidium pemekaran Kabupaten Bengkulu Tengah Wasik Salim mengatakan ini adalah cobaan saat ingin melakukan usaha.

"Hal itu dinamika perjungan kadang-kadang yang Allah ingin menguji sungguh-sungguh ga mereka ini berjuang.  Segala kesulitan pasti ada jalanya. Segalanya pasti ada ancaman ada hambatan, terjadi ancamany ya nolak bergabung dari 12 desa itu," ungkapnya. 

Dijelaskannya kembali selama empat tahun mereka menunggu hasil pengesahan itu.

"Selama empat tahun lebih permintaan kami tidak diproses, presiden tidak mau mengauaditorium, sudah tu perobahan undang-undang pemerintah daerah, dana tidaka ada sama sekali mengalir. Nah saya kira tidak usah sebutkanlah masyarakat sudah faham sendiri," ungkapnya.

Kemudian ada salah satu tokoh pemekaran (yang namanya tidak mau di sebutkan) Mengatakan Ia memegang data 12 desa yang diancam karena ingin melakukan pemekaran Ia mengatakan dengan emosionalnya.

"Dulu kami mekar itu di halangi (Dizolimi) oleh Bupati Bengkulu Utara kami minta karateker Bengkulu Tengah digagalkan oleh Agusrin tetapi pada masa agusrin menjadi Gubernur. Ada 12 Desa yang telah di kondisikan oleh Bupati Bengkulu utara agar tidak mekar ke Benteng," jelasnya.

Lanjutnya ia mengajak masyarakat yang ada di 12 Desa tersebut supaya pilihlah pasangan yang bisa memegang amanah dan bisa menerima keinginan masyarakatnya.

"Bagi kawan-kawan Kecamatan lain yang terlanjur untuk yang nomor tiga itu hentikan, merekalah yang menghalangi kita mekar dulu. Kita ingin mekar dan dihalangi oleh Bupati itu siapa?, siapa Bupati Bengkulu Utara itu Imron Rosadi. (Disambut tepuk tangan dari sorakan dan emisional teriakan dari peserta yang hadir 12 Desa tersebut), waktu kita meminta Pjs Bupati dan mati-matian kita berdemo di tolak oleh Agusrin jadi dua itu tidak pantas untuk Bengkulu Tengah kita pilih, (Haram Hukumnya Untuk Memilih Yang Duai Itu). Ini sakitnya luar biasa 12 tahun kita diacak oleh mereka banyak itu," pungkasnya.