Skip to main content
Penyerahan Bendera Pataka Oleh Eks Ketua JMSI Ke Ketua Terpilih

Musda II JMSI Bengkulu: Tetap “Terang” di Tengah Era Teknologi Artificial Intelligence

BENGKULU, Rakjat.com – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Bengkulu sukses menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-2 tahun 2026, sebagai bagian dari proses regenerasi kepengurusan organisasi untuk masa bakti 2025–2030. Kegiatan ini berlangsung di salah satu hotel di Kota Bengkulu, Selasa (27/1/2026).


Musda diawali dengan Workshop Kewirausahaan, sebagai bentuk penguatan kapasitas perusahaan media di tengah tantangan industri pers yang kian dinamis. Setelah itu, agenda dilanjutkan dengan sidang Musda yang dipimpin oleh Doni Supardi, Riki Susanto, dan Mahmud Yunus.
Dalam Musda tersebut, Dedi Hardiansyah terpilih secara aklamasi sebagai Ketua JMSI Bengkulu periode 2025–2030. Sementara itu, susunan kepengurusan lengkap akan disusun langsung oleh ketua terpilih.


Tantangan AI Jadi Peluang


Ketua JMSI Bengkulu terpilih, Dedi Hardiansyah, menegaskan bahwa amanah yang diberikan kepadanya merupakan tanggung jawab besar untuk menjaga eksistensi JMSI di tengah pesatnya perkembangan teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI).


“Terima kasih kepada rekan-rekan atas kepercayaan yang diberikan. Tantangan JMSI ke depan tentu semakin kompleks di era teknologi AI, namun hal ini harus kita jadikan peluang agar JMSI Bengkulu semakin baik dan adaptif,” ujar Dedi kepada awak media.


Ia juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan merampungkan struktur kepengurusan serta menyusun program kerja strategis untuk lima tahun ke depan.


“Langkah awal tentu menyusun kepengurusan dan program kerja agar bisa segera dijalankan selama masa bakti 2025–2030,” tambahnya.


Perkuat Kolaborasi, Siapkan Koperasi JMSI
Ke depan, JMSI Bengkulu akan fokus memperkuat eksistensi organisasi melalui kolaborasi lintas sektor, baik dengan pemerintah, swasta, maupun para pemangku kepentingan lainnya.


“JMSI akan terus membangun kolaborasi, karena JMSI adalah organisasi perusahaan media. Sinergi dengan berbagai pihak menjadi kunci keberlanjutan,” jelas Dedi.


Salah satu program prioritas yang segera direalisasikan adalah pembentukan Koperasi JMSI, yang merupakan program nasional hasil kerja sama JMSI Pusat dengan Kementerian Koperasi.


“Insya Allah, koperasi JMSI akan segera kita launching, kemungkinan bersamaan dengan pelantikan pengurus. Program ini merupakan instruksi pusat dan telah bekerja sama dengan Kementerian Koperasi,” ungkapnya.


Bengkulu Punya Peran Penting dalam Sejarah JMSI
Dalam kesempatan yang sama, Bung Kulin menegaskan bahwa JMSI tidak terlepas dari peran daerah, termasuk Bengkulu, dalam proses pendiriannya.


“JMSI lahir berkat kontribusi kawan-kawan daerah, salah satunya dari Bengkulu. Bahkan deklarator JMSI dan Sekjen berasal dari sana,” ujarnya.


Terkait peringatan Hari Pers Nasional (HPN) dan Hari Ulang Tahun (HUT) JMSI ke-6, Dedi Hardiansyah memastikan JMSI Bengkulu akan hadir dan berpartisipasi aktif dalam rangkaian kegiatan yang dipusatkan di Banten tahun ini.


“JMSI Bengkulu siap hadir dan memeriahkan HPN sekaligus HUT JMSI ke-6,” tegasnya.


Riki Susanto: Tetap Bersama, Tetap Solid
Sementara itu, Ketua JMSI Bengkulu periode sebelumnya, Riki Susanto, menegaskan komitmennya untuk tetap berkontribusi bagi organisasi meski telah mengakhiri masa jabatan sebagai ketua.
“Saya hanya berhenti sebagai ketua, tetapi untuk hal lain kita tetap saling membantu dan berjalan bersama,” katanya.


Riki juga mengajak seluruh anggota JMSI Bengkulu untuk mendukung kepengurusan baru agar program kerja periode 2025–2030 dapat berjalan maksimal.


“Saya yakin JMSI Bengkulu tetap solid. Mari kita dukung dan bantu pengurus baru agar organisasi ini semakin maju,” pungkasnya.

Daerah