Skip to main content
Belum Genap Satu Tahun, Kepemimpinan Dedy–Ronny Bawa Kemajuan Nyata bagi Kota Bengkulu

Belum Genap Satu Tahun, Kepemimpinan Dedy–Ronny Bawa Kemajuan Nyata bagi Kota Bengkulu

Bengkulu,Rakjat.com – Di bawah kepemimpinan Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi bersama Wakil Walikota Ronny PL Tobing, Kota Bengkulu menunjukkan kemajuan signifikan di berbagai sektor strategis meskipun masa kepemimpinan keduanya belum genap satu tahun. Sejumlah indikator pembangunan tahun 2025 mencatat tren positif yang mencerminkan peningkatan kualitas hidup masyarakat, pertumbuhan ekonomi, serta perbaikan sektor pendidikan dan kesejahteraan.

Salah satu capaian utama adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Bengkulu tahun 2025 yang mencapai 84,59. Angka ini menempatkan Kota Bengkulu pada kategori sangat tinggi, sekaligus menjadi indikator keberhasilan pembangunan manusia yang mencakup aspek kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak.

Dari sisi ekonomi, pertumbuhan ekonomi Bengkulu—termasuk Kota Bengkulu—pada Triwulan III tahun 2025 tercatat tumbuh 4,56 persen secara year-on-year (y-on-y). Pertumbuhan ini turut didorong oleh meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat, geliat UMKM, serta penguatan sektor jasa dan perdagangan di perkotaan.

Sejalan dengan itu, pengeluaran riil per kapita di Provinsi Bengkulu juga mengalami peningkatan dan mencapai Rp12,197 juta per tahun, yang mencerminkan daya beli masyarakat yang semakin membaik.

Pada sektor harga dan stabilitas ekonomi, inflasi Kota Bengkulu pada Desember 2025 tercatat sebesar 2,43 persen (y-on-y). Meski masih dipengaruhi oleh kenaikan harga kelompok makanan, minuman, tembakau, serta emas perhiasan, angka tersebut dinilai masih dalam kategori terkendali dan menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk terus dijaga melalui pengendalian harga kebutuhan pokok.

Di bidang pendidikan, capaian positif juga terlihat dari meningkatnya Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS). Hal ini menunjukkan adanya perbaikan akses dan kualitas pendidikan yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota Bengkulu.

Sementara itu, dari aspek kesejahteraan pekerja, Upah Minimum Provinsi (UMP) Bengkulu tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp2.670.039, atau naik 6,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini diharapkan mampu meningkatkan daya beli pekerja sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi menegaskan bahwa berbagai capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah, DPRD, pelaku usaha, serta seluruh elemen masyarakat.

“Capaian ini bukan milik pemerintah semata, tetapi hasil gotong royong seluruh warga Kota Bengkulu. Kami akan terus bekerja menghadirkan kebijakan yang berpihak pada rakyat, mendorong UMKM, meningkatkan kualitas pendidikan, serta menjaga stabilitas ekonomi,” ujar Dedy.

Dengan tren pembangunan yang terus menunjukkan arah positif, kepemimpinan Dedy Wahyudi dan Ronny PL Tobing diharapkan mampu membawa Kota Bengkulu semakin maju sebagai kota yang inklusif, berdaya saing, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Daerah