Skip to main content
Pemkab Seluma Perkuat Layanan Kesehatan dari Pencegahan hingga Perlindungan

Pemkab Seluma Perkuat Layanan Kesehatan dari Pencegahan hingga Perlindungan

Tais, Rakjat.com — Pemerintah Kabupaten Seluma terus memperkuat pembangunan sektor kesehatan dengan mendorong pelayanan yang tidak hanya berorientasi pada pengobatan, tetapi juga pencegahan, deteksi dini, pemenuhan gizi, serta perluasan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.

Langkah tersebut dijalankan melalui sejumlah program yang menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari balita, keluarga, aparatur pemerintahan hingga masyarakat umum. Penguatan tersebut juga dilakukan melalui kolaborasi dengan fasilitas kesehatan, pemerintah desa dan kelurahan, BPJS Kesehatan, organisasi profesi maupun organisasi kemasyarakatan.

Salah satu langkah terbaru terlihat melalui pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Merah Putih yang diluncurkan Wakil Bupati Seluma, Drs. H. Gustianto, pada 18 Agustus 2026. Program yang menjadi bagian dari Gerakan Serentak Cek Kesehatan Gratis (GERTAK CKG) se-Provinsi Bengkulu itu diarahkan untuk memperkuat deteksi dini terhadap berbagai masalah kesehatan masyarakat.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma, Sri Yulia Ningsih, menjelaskan bahwa CKG memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatannya sejak awal, sebelum penyakit berkembang dan menimbulkan komplikasi.

"Layanan cek kesehatan gratis mencakup pemeriksaan dasar seperti tekanan darah, gula darah, kolesterol, serta konsultasi kesehatan," ujarnya.

Pelaksanaan CKG Merah Putih berlangsung di 22 Puskesmas se-Kabupaten Seluma pada 18 Agustus hingga 11 September 2026. Sasaran awal program mencakup ASN di lingkungan pemerintah daerah, badan dan kantor, dengan pelayanan juga dijadwalkan menjangkau sejumlah instansi vertikal dan lembaga lainnya.

Bagi pemerintah daerah, langkah tersebut menjadi bagian dari perubahan pendekatan layanan kesehatan, dari yang sebelumnya lebih banyak berfokus pada penanganan ketika masyarakat sudah sakit, menjadi penguatan upaya promotif dan preventif melalui pemeriksaan serta edukasi sejak dini.

Wakil Bupati Seluma Gustianto mengatakan, program CKG merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

"Pemerintah Kabupaten Seluma mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan program ini sebaik-baiknya. Dengan tubuh yang sehat, kita bersama-sama dapat terus membangun Kabupaten Seluma," ujarnya.

Menjaga kesehatan jantung sejak dini

Upaya pencegahan juga diperkuat melalui keberadaan Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Kabupaten Seluma. Kepengurusan YJI Kabupaten Seluma masa bakti 2025–2030 resmi dilantik pada Agustus 2026, dengan dr. Mega Ayu Variza Teddy Rahman, MARS., sebagai ketua.

Kehadiran YJI diharapkan menjadi salah satu mitra dalam memperluas edukasi mengenai penyakit jantung sekaligus membangun kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat.

Dr. Mega menilai keberadaan organisasi tersebut bukan sekadar struktur kepengurusan, tetapi memiliki tanggung jawab untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Amanah ini bukan sekadar jabatan, tetapi tanggung jawab yang benar-benar harus kami jalankan, terutama bagaimana meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan, khususnya dalam menjaga kesehatan jantung," ujarnya.

Ketua YJI Provinsi Bengkulu, Khairunnisa Helmi Hasan, juga menyampaikan adanya program bantuan yang dapat diajukan masyarakat dengan penyakit jantung. Informasi mengenai program tersebut diharapkan dapat semakin luas diterima masyarakat melalui keberadaan YJI di Kabupaten Seluma.

Wabup Gustianto menyambut terbentuknya kepengurusan YJI Kabupaten Seluma sebagai bagian dari upaya memperkuat kepedulian masyarakat terhadap kesehatan jantung.

" Dengan adanya YJI di Kabupaten Seluma, kita berharap dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan jantung," ujarnya.

Pencegahan stunting dimulai dari data

Di sisi lain, perhatian pemerintah daerah terhadap kesehatan anak diarahkan sejak masa awal pertumbuhan. Penanganan stunting tidak hanya dilakukan melalui intervensi ketika masalah sudah muncul, tetapi dimulai dengan memastikan data status gizi tersedia secara akurat dan dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan.

Hal tersebut ditegaskan dalam kegiatan Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Gizi Masyarakat dan Diseminasi serta Publikasi Data Status Gizi Balita di Kecamatan Sukaraja pada Agustus 2026.

Dalam kegiatan itu, Wabup Gustianto menekankan bahwa data status gizi balita bukan sekadar kebutuhan administratif, melainkan menjadi dasar untuk menentukan bentuk intervensi yang diperlukan.

"Target kita bukan hanya menurunkan angka stunting, tetapi mencegah lahirnya kasus-kasus baru. Pencegahan harus dimulai dari keluarga melalui edukasi yang masif kepada para orang tua, didukung intervensi gizi yang tepat dan pendampingan yang berkesinambungan," tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Seluma juga mendorong pemanfaatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar berjalan searah dengan agenda percepatan penurunan stunting. Koordinasi antara pemerintah daerah, Badan Gizi Nasional, tenaga kesehatan dan pemangku kepentingan lainnya dinilai penting agar intervensi gizi benar-benar memberikan dampak terhadap tumbuh kembang anak.

Pendekatan terhadap kesehatan balita sebelumnya juga diperkuat melalui Lomba Balita Sehat yang melibatkan peserta dari 20 Puskesmas di Kabupaten Seluma. Kegiatan tersebut tidak hanya menilai kondisi fisik anak, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi orang tua mengenai gizi, kebersihan, tumbuh kembang dan stimulasi anak.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma saat itu, Rudi Syawaludin, mengatakan pemantauan tumbuh kembang perlu dilakukan secara aktif oleh keluarga dan tenaga kesehatan.

"Melalui Lomba Balita Sehat, kami ingin mendorong orang tua untuk lebih aktif memantau kesehatan dan perkembangan anaknya. Kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi bagi Puskesmas dalam memberikan layanan kesehatan balita," ujarnya.

Dengan demikian, perhatian terhadap kesehatan anak tidak berhenti pada penanganan stunting, tetapi mencakup pemantauan pertumbuhan dan perkembangan secara berkelanjutan.

Memperkuat akses masyarakat terhadap JKN

Aspek lain yang menjadi perhatian Pemkab Seluma adalah memastikan masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Pada Juli 2026, Pemkab Seluma menggelar sosialisasi informasi status kepesertaan JKN dengan melibatkan pemerintah desa dan kelurahan serta BPJS Kesehatan. Sebanyak 202 peserta mengikuti kegiatan tersebut dalam dua sesi.

Kehadiran perwakilan desa dan kelurahan menjadi penting karena mereka berada lebih dekat dengan masyarakat dan dapat menjadi penghubung dalam penyampaian informasi mengenai status kepesertaan JKN.

Sekretaris Daerah Kabupaten Seluma, Deddy Ramdhani, menilai pemahaman mengenai status kepesertaan harus diperkuat agar masyarakat memperoleh informasi yang benar dan dapat mengakses layanan sesuai ketentuan.

"Keberadaan PIC di setiap desa dan kelurahan diharapkan dapat menjadi penghubung yang efektif antara masyarakat, pemerintah daerah, dan BPJS Kesehatan," ujarnya.

Melalui pola tersebut, pemerintah daerah berupaya memastikan persoalan administrasi kepesertaan maupun informasi mengenai JKN tidak menjadi hambatan bagi masyarakat ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.

Dari layanan dasar menuju masyarakat yang lebih sadar kesehatan

Rangkaian program tersebut menunjukkan bahwa pembangunan kesehatan di Kabupaten Seluma diarahkan pada pendekatan yang lebih luas. Pemerintah daerah tidak hanya berbicara mengenai fasilitas dan pelayanan ketika masyarakat sakit, tetapi juga mendorong perubahan perilaku melalui pemeriksaan kesehatan, edukasi, pemenuhan gizi, pemantauan tumbuh kembang, serta perlindungan melalui kepesertaan JKN.

Hal tersebut sejalan dengan pesan yang disampaikan Wabup Gustianto pada peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-61 pada 2025. Ketika itu, ia mendorong jajaran kesehatan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat inovasi, dan membangun kolaborasi.

"Kita semua perlu memperkuat komitmen dalam mewujudkan masyarakat Seluma yang sehat dan sejahtera. Saya berharap seluruh jajaran kesehatan terus berinovasi dan berkolaborasi demi pelayanan yang lebih baik," ujarnya.

Bagi Pemkab Seluma, penguatan sektor kesehatan pada akhirnya bukan hanya mengenai bertambahnya program, tetapi bagaimana program tersebut dapat menjangkau masyarakat dan memberikan manfaat yang terukur.

Mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, pencegahan penyakit jantung, pemantauan tumbuh kembang balita, penguatan data gizi dan penanganan stunting, hingga perluasan informasi JKN, seluruhnya menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa menjaga kesehatan merupakan tanggung jawab bersama.

Dengan dukungan tenaga kesehatan, pemerintah desa dan kelurahan, organisasi masyarakat, dunia pendidikan, keluarga serta berbagai pemangku kepentingan, Pemkab Seluma terus mendorong agar pelayanan kesehatan semakin dekat, mudah diakses dan lebih berorientasi pada pencegahan.

Pada akhirnya, masyarakat yang sehat menjadi modal penting bagi Seluma untuk membangun sumber daya manusia yang produktif dan berkualitas, sekaligus menopang pembangunan daerah dalam jangka panjang.(Adv/Prw)

Daerah