Polres Seluma Bongkar Penimbunan Pertalite, Pelaku Gunakan 37 Barcode MyPertamina
Seluma, Rakjat.com – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Seluma berhasil mengungkap praktik penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dalam sebuah operasi tangkap tangan yang dilakukan pada 23 Februari 2025. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan seorang pria berinisial BM, warga Kelurahan Sido Mulyo, Kecamatan Seluma Selatan.
Aksi pelaku terendus saat melakukan pengisian BBM di SPBU Tais. Petugas Unit Tipidter Satreskrim Polres Seluma yang melakukan pengawasan mencurigai aktivitas sebuah mobil Toyota Kijang berwarna hijau metalik yang berulang kali mengantre di jalur pengisian Pertalite.
Setelah dilakukan pengintaian, petugas kemudian mencegat kendaraan tersebut di jalan raya sesaat setelah pelaku keluar dari area SPBU.
Kapolres Seluma AKBP Bonar Ricardo P. Pakpahan mengungkapkan, saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan perangkat ilegal yang telah dimodifikasi di dalam mobil untuk menyedot BBM dari tangki kendaraan.
“Kami mengamankan pelaku di jalan setelah ia selesai melakukan pengisian BBM. Saat digeledah, di dalam mobil ditemukan tangki yang telah dimodifikasi lengkap dengan mesin penyedot merek Sanyo dan beberapa jerigen,” ujar Kapolres, Rabu (11/4/2026).
Pelaku diketahui menggunakan modus yang cukup rapi dengan memanfaatkan 37 barcode MyPertamina yang berbeda. Dengan cara tersebut, pelaku dapat melakukan pengisian BBM hingga empat kali dalam sehari tanpa terdeteksi oleh sistem pembatasan maksimal pembelian sebesar Rp250 ribu per kendaraan.
Setelah tangki kendaraan terisi penuh, pelaku kemudian memindahkan BBM tersebut ke jerigen menggunakan mesin penyedot untuk kemudian ditimbun.
Dalam pengungkapan kasus ini, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit mobil Toyota Kijang hijau metalik, 37 lembar barcode pengisian Pertalite, satu unit mesin penyedot merek Sanyo lengkap dengan selang plastik sepanjang 1,5 meter, serta tiga jerigen yang berisi sekitar 33 liter BBM subsidi.
Saat ini, BM masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Polres Seluma. Pihak kepolisian juga tengah mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain, termasuk operator SPBU Tais dalam praktik tersebut.
“Kami masih menyelidiki kemungkinan adanya keterlibatan operator SPBU. Pelaku mengaku puluhan barcode tersebut diperoleh dari kerabatnya. Kami tegaskan, segala bentuk penyalahgunaan BBM subsidi akan kami tindak tegas karena sangat merugikan masyarakat,” tegas Kapolres.