Skip to main content
Dermaga penyeberangan Desa Kota Kandis menuju Desa Koto Kandis dalam keadaan tidak layak/foto(ist)

Dermaga Penyeberangan Re'ot,Kades Kota Kandis Bungkam

Tanjabtim,Rakjat.com -Miris sekali, itulah yang ada dibenak para warga yang masih menggunakan jalan alternatif yang melewati Sungai Batang Hari antara Desa Kota Kandis dan Desa Koto Kandis Kecamatan Dendang Kabupaten Tanjung Jabung Timur Jambi.

Jalur sungai yang saat ini masih menjadi pelintasan kapal air atau disebut dengan Ketek (Red- Bahasa kampung)yang masih di gunakan oleh warga untuk melintasi sungai itu karena belum adanya jembatan penghubung.

Dalam pantauan media Rakjat.com pada Minggu 16 Oktober 2023,terlihat warga akan naik di atas kapal tampak takut dan seperti trauma karena kondisi Dermaga yang tidak layak.

Pada saat Jurnalis pada media ini mempertanyakan pada penumpang kapal air yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa,ia baru pertamakali melewati jalan penghubung seperti itu karena kebetulan akan menghadiri undangan namun karena Dermaganya seperti itu mungkin cukup kali ini saja untuk kesana.

"Asli exstrim kali mas,masa Dermaga licin,keropos dan Re'ot hingga kayu papannya banyak yang patah seperti itu untuk melintas,kayaknya cukup kali ini saja untuk kesana."ketusnya.

"Selain itu motor saya di angkat dari atas hingga kebawah lihatnya saja seperti tanpa safety dan kira-kira apakah ada asuransi dalam pelayan ini mas,apalagi tarif penyebrangan itu pun lumayan mahal yaitu Rp 25.000 per motor."tambahnya.

Ditempat yang sama saat Jurnalis ini mempertanyakan terkait Dermaga yang berada di tepi sungai itu kepada pembahwa kapal air penyeberangan yang tidak mau disebutkan namanya pada media ini mengatakan bahwa untuk para pekerja pembawa kapal antara Desa Kota Kandis dan Desa Koto Kandis itu sekitar 38 kapal namun dibuat antrian dan sekitar lebih kurang 60 sepeda motor sebagai penumpang yang menyeberangkan kendaraannya dalam tiap harinya.

"Sekitar 60an motor dalam satu hari bang,namun kami juga tidak bisa berbuat banyak terkait Dermaga yang itu sengaja kami buat bersama untuk turun naik penumpang kami bang,kami swadaya sendiri tanpa ada bantuan pemerintah maupun dari Desa sini bg."Ujarnya.

Jurnalis pada media ini pun bertanya apakah ada peranan Dinas terkait ataupun pemerintah Desa Kota Kandis untuk wacana membangun?

"Dari dulu banyak yang cuman janji-janji mau membangun Dermaga ini bang,dari Caleg maupun para Calon Kades namun belum ada terealisasi sampai kini,sekarang ini sudah masuk musim politik paling nanti ada yang datang janji lagi bang,"yang di ucapkan sambil ketawa oleh pengemudi kapal tersebut.

Dengan hasil investigasi Jurnalis media ini kemudian mencoba menghubungi Suwito selaku Kepala Desa Kota Kandis yang kebetulan letak Dermaga tersebut berjarak sekitar 200 meter dari kantor Desanya, namun beberapa pertanyaan dalam pesan WhatsApp tidak di pedulikannya padahal jelas sudah terbuka dengan centang biru dan artinya Kepala Desa Kota Kandis sengaja Bungkam terkait hal ini.

Dengan perilaku kepala desa yang belum lama dilantik pada tahun 2022 lalu ini yang tidak membalas pesan WhatsApp dalam beberapa pertanyaan, menandakan tidak ada kepedulian terhadap masyarakatnya.(Hadi su)

Daerah