Terkait Penamaan Simpang, Ini Kata Suimi
Bengkulu, Rakjat.com - Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Suimi Fales mengaku jika beberapa masyarakat meminta dirinya menyampaikan aspirasi kepada Pemkot Bengkulu berkaitan dengan ketidaksetujuan mereka dengan nama-nama 14 persimpangan yang disempatkan dalam wilayah Kota Bengkulu.
"Alasan masyarakat dinilai sangat masuk akal, karena alangkah baiknya jikapun harus dilakukan pergantian nama, sebaiknya menyematkan nama-nama pahlawan nasional. Terutama para Pahlawan dari Provinsi Bengkulu dan bukannya malah menggantinya dengan nama-nama Walikota yang pernah menjabat di Kota Bengkulu. Misal, Simpang Pagar Dewa. karena terhubung dengan Padang Kemiling dan disana ada Kantor PWNU. diberi nama KH. Muhammad Hasyim Asy'ari. Kemudian Simpang Kampung Bali, karena di daerah itu identik dengan kampus Muhammadiyah, maka dinamai KH. Ahmad Dahlan. Dimana kedua sosok ini merupakan pahlawan bangsa." ujarnya.

Menurutnya, pemberian nama pahlawan dipastikan sudah terukur. karena untuk dinobatkan sebagai pahlawan bangsa itu harus melalui proses yang panjang. Terlebih lagi ketika nama' pahlawan yang disempatkan, generasi-generasi penerus akhirnya melek sejarah bangsa.
"Kalau nama-nama Walikota yang mejabat, belum tentu seluruh masyarakat senang era kepemipinannya. Jadi baiknya disarankan ditinjau ulang lagi," katanya.