Skip to main content
Ilustrasi Karekatur

Makan Gizi Gratis, Antara Bisnis dan Kesejahteraan Rakyat

Bengkulu,Rakjat.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Pemerintah Pusat melalui Badan Gizi Nasional (BGN) sejatinya memiliki tujuan mulia, yakni memastikan kecukupan gizi bagi anak didik, balita, serta ibu hamil dan menyusui. Selain itu, program ini juga diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan roda perekonomian daerah.

Namun, dalam pelaksanaannya di sejumlah daerah, termasuk Provinsi Bengkulu, program MBG mulai menuai sorotan. Pasalnya, muncul dugaan bahwa implementasi program ini justru lebih bernuansa bisnis dibandingkan misi kesejahteraan rakyat.

Informasi yang beredar di lapangan menyebutkan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selaku eksekutor program MBG di Bengkulu diduga menganggap program ini sebagai ladang bisnis dan berorientasi pada keuntungan. Kondisi ini dinilai bertolak belakang dengan semangat awal MBG yang mengedepankan aspek sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil.

Salah satu isu yang paling disorot adalah tidak dilibatkannya pedagang pasar tradisional dan pelaku UMKM kecil dalam penyediaan kebutuhan pokok MBG. Kebutuhan bahan pangan seperti sayuran, beras, dan kebutuhan lainnya disebut-sebut langsung dipasok dari pengepul atau tengkulak besar, sementara kebutuhan ayam langsung diambil dari peternak tertentu. Akibatnya, pedagang kecil dan pelaku UMKM lokal hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri.

Sejumlah pelaku usaha kecil di Bengkulu mengaku kecewa karena tidak diberi ruang untuk berpartisipasi, padahal program MBG memiliki anggaran besar dan seharusnya mampu menjadi pengungkit ekonomi rakyat bawah. Mereka menilai pola distribusi yang terpusat justru berpotensi mematikan pasar tradisional dan mengabaikan prinsip pemerataan ekonomi.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Regional BGN Provinsi Bengkulu, Gloria, belum memberikan hak jawab atau klarifikasi resmi terkait berbagai isu dan informasi yang berkembang di tengah masyarakat tersebut.

Publik kini menunggu sikap tegas dan transparansi dari BGN, khususnya di tingkat daerah, agar program strategis nasional ini benar-benar berjalan sesuai tujuan awalnya: meningkatkan gizi masyarakat sekaligus menyejahterakan rakyat, bukan sebaliknya.

Daerah