Pemkot Bengkulu Siapkan Lapak Representatif untuk PKL di Samping PTM, Jualan di Badan Jalan Akan Ditertibkan
Bengkulu, Rakjat.com – Pemerintah Kota Bengkulu mengambil langkah solutif namun tegas dalam menata kawasan ekonomi strategis di sekitar Pasar Tradisional Modern (PTM) dan Mega Mall.
Menanggapi keluhan pedagang kaki lima (PKL) yang enggan berjualan di dalam gedung, Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, memutuskan untuk membangun lapak representatif yang berlokasi tepat di samping PTM sebagai alternatif tempat berdagang.
Untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai spesifikasi, Walikota melakukan pengecekan langsung ke lokasi bersama pengelola PTM dan Mega Mall, Irwandi Putra, serta General Manager RBTV, M. Tasron. Penataan ini merupakan upaya pemerintah dalam menertibkan penggunaan badan jalan yang selama ini kerap disesaki pedagang liar.
“Dari pantauan kemarin, beberapa pedagang memang masih belum mau masuk ke dalam PTM. Sekarang biarlah kita mengalah, kita buat di samping PTM itu tempat khusus pedagang kaki lima seperti ayam, daging, ikan, kemudian sayur,” ujar Dedy, Senin (16/2/2026).
Ia menegaskan bahwa pembangunan fasilitas di samping PTM akan dibuat dengan standar yang layak agar pedagang dapat berjualan dengan nyaman. Namun demikian, pemerintah memberikan syarat mutlak bahwa aktivitas jual beli tidak lagi diperbolehkan menggunakan badan jalan maupun trotoar yang merupakan fasilitas umum.
Terkait potensi pedagang yang masih membandel dan nekat berjualan di area terlarang meski fasilitas telah disediakan, Walikota memastikan akan ada tindakan tegas.
“Intinya tidak boleh berjualan di badan jalan. Itu yang harus ditertibkan. Jika masih ada yang membandel, kita jalankan Perda. Kita tindak tegas, karena sudah ada aturannya,” tegasnya.
Penataan ini juga mencakup pengaturan di kawasan Barata. Walikota mengingatkan pentingnya mengikuti “aturan main” agar tidak terjadi kegaduhan antar pedagang maupun dengan pengguna jalan.
Dedy berharap, dengan tertibnya para PKL, kawasan PTM, Mega Mall, dan Barata dapat kembali bersih dan rapi, sekaligus menghidupkan kembali denyut ekonomi masyarakat seperti masa sebelumnya. Strategi pembangunan lapak baru di samping gedung lama ini diharapkan menjadi solusi bagi ratusan pedagang yang selama ini enggan berjualan di dalam gedung PTM.