Skip to main content
Teuku Zulkarnain Waka 1 DPRD Provinsi Bengkulu

Teuku Zulkarnain Gagas Reuni Aktivis 98 Bengkulu, Bukan Demo Tapi Silaturahmi dan Inspirasi Generasi Muda

BENGKULU,Rakjat.com – Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, SE, menggagas rencana reuni bersama para aktivis Bengkulu angkatan 1998 yang pernah menjadi bagian penting dalam sejarah reformasi Indonesia.


Teuku menegaskan, reuni tersebut bukan untuk menghidupkan kembali aksi demonstrasi, melainkan sebagai ajang silaturahmi sekaligus refleksi perjalanan perjuangan para aktivis yang kini telah berkiprah di berbagai bidang strategis.


“Memang ada keinginan saya untuk mengumpulkan kembali teman-teman aktivis 98 Bengkulu, sekadar reuni sambil ngopi-ngopi bareng,” ujar Teuku, Senin (19/1).


Ia mengungkapkan, banyak mantan aktivis 98 Bengkulu yang saat ini telah mengabdi untuk daerah dan bangsa melalui profesi masing-masing. Di antaranya, Ali Saftaini, mantan Ketua Dewan Mahasiswa Universitas Bengkulu (Unib) tahun 1998 yang kini menjabat Ketua DPRD Provinsi Bengkulu, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi, serta Gubernur Bengkulu Helmi Hasan yang juga turut terlibat dalam gerakan reformasi kala itu.


“Masih banyak lagi aktivis 98 Bengkulu yang kini berkontribusi membangun daerah ini dari berbagai sektor,” paparnya.


Menurut Teuku, reuni tersebut tidak hanya menjadi ajang temu kangen, tetapi juga diharapkan menjadi ruang berbagi pengalaman dan motivasi bagi mahasiswa serta aktivis muda Bengkulu agar tetap memiliki arah perjuangan yang konstruktif.


“Kumpulnya para senior ini bisa memberi semangat kepada generasi muda untuk terus berjuang dan berkarya demi kemajuan daerah,” ujarnya.


Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum KONI Provinsi Bengkulu ini bahkan membuka peluang pembentukan sekretariat aktivis 98 Bengkulu sebagai wadah diskusi, konsolidasi gagasan, serta transfer pengetahuan bagi generasi penerus.


Terkait waktu pelaksanaan, Teuku menyebutkan pihaknya masih akan berkoordinasi dengan para tokoh aktivis 98 mengingat kesibukan masing-masing yang kini banyak menjabat posisi penting.
“Banyak di antara aktivis 98 Bengkulu yang sekarang menjadi pejabat, jadi perlu disiapkan waktu yang tepat. Paling tidak, bisa dimulai dengan ngopi-ngopi bareng sambil membahas gagasan besar untuk kemajuan daerah,” pungkasnya.

Daerah