Wali Kota Bengkulu Tegaskan Komitmen Pengelolaan Sampah, Dana Kelurahan Diprioritaskan untuk Kebersihan
BENGKULU, Rakjat.com – Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bengkulu dalam menyelaraskan program daerah dengan instruksi Presiden Republik Indonesia terkait gerakan kebersihan nasional. Salah satu langkah strategis yang akan dilakukan adalah merombak sistem pengelolaan sampah, mulai dari hulu hingga pemanfaatan inovatif sebagai pakan ikan, Kamis (5/2).
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Dedy Wahyudi saat memberikan arahan kepada para lurah dan pimpinan lembaga di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu. Ia menegaskan bahwa mulai tahun 2026, Dana Kelurahan akan diprioritaskan secara khusus untuk urusan kebersihan lingkungan.
“Pengelolaan sampah menjadi perhatian serius pemerintah kota. Karena itu, mulai 2026 Dana Kelurahan akan difokuskan untuk mendukung kebersihan,” tegas Dedy.
Dalam perencanaannya, setiap kelurahan di Kota Bengkulu akan menerima alokasi anggaran sebesar Rp200 juta untuk memperkuat penanganan sampah di wilayah masing-masing.
Sejalan dengan visi tersebut, Kepala Dinas Perikanan Kota Bengkulu, Will Hopi, meluncurkan inovasi pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi pakan ikan alternatif. Program ini menggandeng Yayasan Bina Hijau Mandiri dan ditujukan untuk menekan biaya produksi perikanan, khususnya bagi pembudidaya ikan lele yang selama ini terbebani mahalnya harga pakan pabrikan.
“Kami ingin sampah organik tidak lagi menjadi beban, tetapi justru menjadi solusi bagi warga yang ingin beternak lele. Sosialisasi program ini akan dikawal langsung oleh para lurah dan penyuluh perikanan,” ujar Will Hopi.
Selain itu, Wali Kota Dedy Wahyudi juga mengajak masyarakat untuk mulai membiasakan pemilahan sampah dari rumah tangga. Menurutnya, sistem pengelolaan sampah yang efektif telah terbukti berhasil diterapkan di negara-negara seperti Jepang dan Singapura.
Ia juga menekankan bahwa rencana perluasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dengan anggaran sebesar Rp3,5 miliar tidak akan efektif tanpa adanya kesadaran kolektif masyarakat untuk mengurangi sampah dari sumbernya.
Sebagai langkah awal, proyek percontohan (pilot project) pemilahan sampah akan segera dimulai di beberapa kelurahan terpilih sebelum diterapkan secara masif di seluruh kecamatan di Kota Bengkulu.