Skip to main content

BPKP Bengkulu Lakukan Pengawasan Langsung Penyaluran BST


Bengkulu,Rakjat.com - Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Bengkulu Iskandar Novianto bersama tim monitoring melakukan monitoring penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) yang bersumber dari anggaran Kementerian Sosial dalam rangka percepatan penganganan COVID-19 di Kota Bengkulu pada Kamis (21/5). Pemantauan dilakukan secara langsung mengunjungi Kantor Pos Bengkulu dengan tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan penularan COVID-19.

Ditemui langsung oleh Kepala Kantor Pos Kota Bengkulu, pihak Pos menyebutkan bahwa pembagian BST di wilayah Provinsi Bengkulu dilangsungkan di dua tempat, yakni di Kantor Pos Kota Bengkulu untuk masyarakat dari 7 Kabupaten/Kota (Kota Bengkulu, Kab. Seluma, Kab. Mukomuko, Kab. Bengkulu Tengah, Kab. Bengkulu Selatan, Kab. Kaur, dan Kab. Bengkulu Utara) dan Kantor Pos Curup untuk masyarakat dari tiga Kabupaten (Kab. Rejang Lebong, Kab. Lebong, dan Kab. Kepahiang).


Menurut pantauan tim monitoring BPKP Bengkulu, penyaluran BST di Kantor Pos Bengkulu relatif lancar meski terdapat kendala kesalahan data dari Kabupaten Bengkulu Tengan yang masih terus melakukan perbaikan. Menurut keterangan pihak Kantor Pos Bengkulu, hal ini terjadi karena pihak Kemensos selaku penanggungjawab kegiatan tidak secara langsung memberikan acuan dan panduan yang komprehensif kepada pihak Kabupaten sehingga harus berulangkali melakukan pemutakhiran data penerima ke desa/kelurahan di wilayah masing-masing.

Selain itu, pihak Dinas Sosial Kabupaten Bengkulu Tengah menemukan adanya data calon penerima yang sudah meninggal, pindah lokasi, dan ganda sehingga tidak layak mendapatkan BST. Atas permasalahan tersebut, Dinsos Kabubaten Bengkulu Tengah telah bersurat kepada Kementerian Sosial untuk diusulkan penggantian nama penerima dan menahan terlebih dahulu BST atas nama yang tidak sesuai.

Hingga Kamis (21/5) pukul 20.00 WIB, penyaluran BST sudah mencapai 74,13 persen atau 37.958KK (Rp.22.774.800.000) dari 51.205KK (Rp.30.723.000.000,-) dan akan terus bergerak seiring berjalannya waktu.

Untuk lebih meyakinkan bahwa bantuan tepat ke sasaran, Tim Monitoring BPKP Bengkulu melakukan uji petik kepada penerima dengan cara melakukan wawancara dan profiling. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan dan masukan perbaikan proses jika ditemui hal-hal yang tidak sesuai ketentuan.



Editor : Redaksi