Jecky : Tuduhan Terhadap Gubernur Politisasi Covid-19 Tidak Benar, Jangan Asbun
Bengkulu, Rakjat.com - Tudingan Politisi Senior PAN Kota Bengkulu Teuku Zulkarnain yang menilai Gubernur Bengkulu Dr H Rohidin Mersyah bermain peran dibalik penetapan Status Positif Covid-19 Walikota Bengkulu Helmi Hasan dan Ketua DPD Hanura Provinsi Bengkulu Muslihan DS, mendapat perhatian serius Kuasa Hukum Pemerintah Provinsi Bengkulu.
Sebelumnya, dilansir dari Berita Rmol Bengkulu Rabu (02/09/2020), Politisi senior Partai Amanat Nasional (PAN), Teuku Zulkarnain menilai adanya peran Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah dibalik penetapan status positif terpapar virus corona atau Covid-19 terhadap Helmi Hasan dan Muslihan DS belum lama ini.
Dirinya mengaku heran karena Gubernur Rohidin menyebut jika Helmi positif terpapar virus corona berdasarkan hasil swab. Sementara di waktu bersamaan belum ada rilis ataupun keterangan resmi dari pihak berkompeten yakni Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu.
"Pak Gubernur kan sudah duluan bicara kalau pak Helmi Hasan dan Muslihan itu positif. Sementara pihak yang berkompeten terkait hal itu, Dinkes Provinsi belum menyampaikan keterangan resmi. Ini kan aneh, Kadinkes ngga mungkin berani beda pendapat dengan atasan. Pak Helmi Hasan itu sudah dilakukan uji swab, hasilnya negatif," ucapnya.
Untuk diketahui bahwa Helmi Hasan maupun Muslihan DS telah melakukan uji swab ulang. Dari bukti hasil pemeriksaan laboratorium Mayapada Hospital, keduanya terbukti negatif Covid.
"Hasil swabnya alhamdulillah negatif. Jaga wudhu 24 jam insya Allah kita akan terhindar dari virus corona dan segala macam penyakit," kata Helmi.
Menyikapi tudingan ini, Kuasa Hukum Pemerintah Provinsi Bengkulu Jecky Haryanto SH memberikan tanggapan serius atas tudingan Teuku Zulkarnain. Dirinya menilai tudingan tersebut sangat berlebihan dan seakan hasil swab direkayasa.
Jecky juga menegaskan bahwa sampel Swab yang dikirim ke Rumah Sakit M Yunus (RSMY) tersebut merupakan pengajuan dari Rumah Sakit Harapan dan Doa (RSHD) Kota Bengkulu yang merupakan binaan Pemerintah Kota Bengkulu. Dirinya juga menilai isu politisasi tidak beralasan lantaran tidak mempengaruhi pencalonan Helmi-Muslihan yang santer diberitakan akan maju ke Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu pada 9 Desember 2020 mendatang.
"Tudingan mempolitisasi masalah ini sangat berlebihan, seakan-akan pemeriksaan dari RSMY ini dibuat dengan tidak benar, padahal hasil pemeriksaan RSMY dari pengajuan RSHD kota di bawah kendali Walikota, selain itu isu mempolitisasi tidak beralasan karena ada pernyataan KPU di beberapa media bahwa korona tidak menghilangkan hak seseorang untuk mengikuti kontestasi pilkada 2020. Jangan selalu bersakwasangka berlebihan yang pada akhirnya justru hal itu mereka yang jadi mempolitisir," jelasnya.
Jecky juga meluruskan bahwa Gubernur Rohidin tidak mengumumkan Status Positif Covid-19 Helmi dan Muslihan, namun hanya merespon chat pribadi wartawan yang bertanya kepada Gubernur Rohidin. Namun yang melakukan pengumuman tersebut merupakan pihak yang berkompeten di bidangnya. Dirinya juga mempersilahkan jikalau ada pihak yang tidak terima dengan hasil yang diumumkan dari Gugus Tugas dan melaporkannya ke pihak berwajib agar masalah tersebut menjadi terang dan bebas sakwasangka.
"Kemudian jangan salah ya, Pak Gubernur tidak mengumumkan, beliau menyampaikan lewat chat pribadi ke wartawan, yang mengumumkan adalah pihak yang berkompeten, justru ini yang dipolitisir," sambung Jecky.
"Saya menyarankan jika menganggap hasil yang diumumkan dari gugus tugas dianggap tidak benar maka bawa saja ke ranah hukum agar masalah ini menjadi terang dan bebas sakwasangka, itu yang benar," tutupnya.(ReTra)
Sumber Lansiran Berita Rmol Bengkulu Artikel "Teuku Zulkarnain: Ada Andil Gubernur Dibalik Penetapan Status Positif Covid Helmi Dan Muslihan"