Skip to main content

Iskandar Novianto : Refocusing Anggaran Covid-19 Se-Provinsi Bengkulu Sudah Terealisasi 27,26 %



Bengkulu,Rakjat.com - Dalam anggaran penanganan Covid-19 yang direalisasikan pada Refocusing Anggaran dari 9 kabupaten 1 kota dan Provinsi senilai Rp 556.987,98 miliar dan sudah terserap sebanyak Rp 151.815,88 miliar. Dalam penggunaan Anggaran besar dan cepat penyalurannya belum tentu baik dan anggaran kecil dan lambat serapannya juga belum tentu buruk. Hal ini didasari atas kebutuhan penangannya.

Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Bengkulu, Iskandar Novianto mrmapaparkan bahwa hingga saat ini pihaknya telah melakukan pengawasan dana penanganan Covid-19 di mana dana tersebut terbagi menjadi 3 sub fokus pemerintah pada Jaminan Sosial.

Bahwa dana  yang menjadi jaminan sosial ini yaitu total nilainya sebesar Rp 136.665 miliar dan telah terserap sebanyak Rp 59.917 miliar atau 43 persen.

"Lalu anggaran kesehatan Rp 373.099 miliar baru terserap Rp 73.979 miliar atau 19 persen dan pemulihan ekonomi teranggarkan Rp 47.222 miliar baru terserap Rp 17.918 miliar atau 37 persen," papar Iskandar. Kamis (25/06/2020)

Iskandar Novianto menggaris bawahi serapan tersebut, bahwa pemanfaatan anggaran dari 10 Pemerintahan Kabupaten kota dan Provinsi terindikasi berhasil apabila Daerah tersebut memiliki peta anggaran pemanfaatannya.

"Anggaran besar dan cepat penyalurannya belum tentu baik dan anggaran kecil dan lambat serapannya juga belum tentu buruk. Hal ini didasari atas kebutuhan penangannya. Bahwa itu jelas berbeda-beda antara satu zona dengan zona yang lain dalam lingkup kecil zona merah dan zona hijaunya," kata Iskandar.

Kepala BPKP Bengkulu Iskandar Novianto kembali mengingatkan agar kepada Kepala Daerah harus benar-benar tepat sasaran dalam penyaluran dana atau anggaran Covid-19. Apabila dalam pengawasannya terdapat indikasi teledor, BPKP meminta agar ada tindaklanjut tegas dari kewenangan Pemerintah Daerah untuk segera membereskannya.

"Tata kelolanya harus baik, sasarannya harus tepat, prosedurnya harus sederhana dan tidak berbelit-belit, ‘output’ (hasil) dan ‘outcome’ (akibat) harus maksimal bagi kehidupan seluruh rakyat Indonesia. Bagi yang msih ada indikasi teledor, segera benahi. Jangan sampai saat audit nanti terdapat temuan yang justru buat kerjaan baru bagi kita,” ujarnya sembari tersenyum.

Pertanggal 17 Juni, Kemendagri menyebutkan Pemerintah Daerah yang telah menyampaikan laporan realokasi dari anggaran belanja mereka sebanyak 528 daerah.

Berikut relokasi anggaran yang ada di 9 Kabupaten 1 Kota dan Provinsi :

1. Provinsi Bengkulu anggarannya 35.800,00 miliyar realisasinya 11.825,85 miliyar dan pesentasenya 33,03.
2.  Bengkulu Selatan anggarannya 53.271,75 miliyar realisasinya 7.284,40 miliyar dan pesentasenya 13,64.
3. Bengkulu Utara, anggaranya 24.279,48 miliyar realisasinya 12.647,46 miliyar dan persentasenya 52,09.
4. Rejang Lebong 100.414,05 miliyar realisasinya 30.495,79 miliyar, dan persentasenya 30,37.
5.Kota Bengkulu anggaranya 215.713,03 miliyar realisasinya 63.430,17 miliyar, persentasenya 29.40.
6. Kaur anggarannya 16.087,00 miliyar, realisasinya 9.430,14 miliyar, presentasenya 58.63.
7. Seluma anggaranya 12.283,41miliyar realisasinya 10.271,04 miliyar presentasenya 83,82.
8. Muko Muko anggaranya 19.516,01 miliyar realisasinya 828,19 miliyar presentasenya 4,24.
9. Lebong anggaranya 40.567,21 miliyar realisasinya 569,48 miliyar presentasenya 1, 40.
10. Kepahiang anggaranya 12.749,17 miliyar realisasinya 3.674,72 miliyar presentasenya 28,82.
11. Bengkulu Tengah anggaranya 26.306,87 miliyar realisasinya 1.377,83 miliyar presentasenya 5,24.

Total keseluruhan pengamggaran dana covid-19 se-provinsi Bengkulu anggaranya 556.987,98 miliyar, realisasinya 151.815,88 miliyar, persentasenya 27,26.




Editor : Redaksi