Skip to main content

Masjid At Taqwa Dipolisline dan Bank Bengkulu Tidak, Ini Penjelasan Gubernur


Bengkulu, Rakjat.com - Terkait adanya Polemik akibat Dua Tempat Yakni Masjid At Taqwa di Polisline dan Bank Bengkulu Tidak,Ini Penjelasan Gubernur Bengkulu, Jumat (10/4).

Beredarnya video penutupan Masjid Agung At-Taqwa denga polisine beberapa waktu lalu pasca diumumkannya salah satu jamaah tabligh yang terpapar positif covid-19 pertama di Bengkulu.

Sedangkan salah satu pegawai Bank Bengkulu yang dinayatakan Positif Virus Covid-19, tetapi Kantor Bank Bengkulu tidak dipasangi polisline membuat banyak masyarakat berkomentar.

Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah menjelaskan ada beberapa alasan kenapa Masjid Agung At-Taqwa dipasang polisline sedangkan Kantor Bank Bengkulu tidak dipasang.

"Pertama Pasien positif covid-19 yang pertama kemarin itu jama'ah tabligh yang berasal dari Lampung, kemudian telah cukup lama tinggal di Bengkulu serta telah kontak fisik dengan beberapa jamaah lainnya. Sedangkan untuk pasien positif covid-19 yang kedua memang sudah melapor bahwa beliau baru pulang dari Jakarta dan langsung di isolasi sehingga tidak ada kontak fisik dengan pegawai kantor lainnya, "jelas Rohidin.

Rohidin menambahkan, Masjid Agung At-Taqwa itu merupakan tempat umum jadi siapa saja bisa bebas keluar-masuk sedangkan Kantor Bank Bengkulu itu bukan tempat umum, hanya orang-orang tertentu dan ada urusan tertentu yang boleh masuk karena itu Kantor Pusatnya bukan Untuk Transaksi.

"Untuk pemasangan polisline sendiri itu merupakan gerak cepat dari Polda Bengkulu yang langsung dipimpin oleh Kapolda dan di dampingi Danrem jadi tidak ada perintah dari Pemprov untuk menutup masjid tersebut, " kata Rohidin.

"Selain itu pemasangan polisline sendiri tujuannya tidak lain juga untuk menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat bengkulu, karena untuk jama'ah yang berada di dalam masjid harus diisolasi serta tidak diperbolehkan meninggalkan masjid sebelum dinyatakan negatif covid-19 dan masyarakat yang berada di luar masjid tidak diperbolehkan untuk memasuki wilayah masjid takutnya juga akan terpapar covid-19, " tutup Rohidin.





Editor : Redaksi