Skip to main content
Yosia Yodan Dorong Sinergi HIPMI dan Gekrafs Cetak Generasi Kreatif dan Pemimpin Masa Depan Bengkulu

Yosia Yodan Dorong Sinergi HIPMI dan Gekrafs Cetak Generasi Kreatif dan Pemimpin Masa Depan Bengkulu

BENGKULU,Rakjat.com – Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu, Yosia Yodan, menegaskan pentingnya kolaborasi antarorganisasi kepemudaan dalam mencetak generasi muda yang kreatif, berdaya saing, dan siap menjadi pemimpin masa depan. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) se-Provinsi Bengkulu yang dirangkaikan dengan Seminar Nasional dan Talkshow Ekonomi Kreatif 2026 di Aula Pola Merah Putih Kantor Gubernur Bengkulu, Selasa (16/6/2026).


Dalam kegiatan bertema “Peran dan Citra Pelaku Ekonomi Kreatif dalam Kehidupan Sosial” tersebut, Yosia hadir sebagai narasumber bersama sejumlah tokoh dan pelaku ekonomi kreatif. Acara ini diikuti oleh pelaku usaha, komunitas kreatif, akademisi, hingga tokoh masyarakat yang memiliki perhatian terhadap pengembangan ekonomi kreatif di Bengkulu.


Yosia menyampaikan apresiasinya atas pelantikan DPC Gekrafs se-Provinsi Bengkulu yang dinilainya sebagai langkah strategis dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.


Menurutnya, Gekrafs menjadi wadah penting bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan, memperluas jaringan, serta meningkatkan kompetensi dalam menghadapi persaingan global yang semakin ketat.


“Pelantikan DPC Gekrafs ini menjadi momentum penting bagi anak-anak muda Bengkulu untuk mengakselerasi keterampilan dan kompetensinya. Untuk mencapai kesuksesan, seseorang harus memiliki kemampuan, kompetensi, serta jaringan yang kuat,” ujar Yosia.


Ia juga memberikan apresiasi kepada Ketua DPW Gekrafs Provinsi Bengkulu, M. Ihsan Sobari, yang dinilai konsisten membangun organisasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Bengkulu.
Lebih lanjut, Yosia menekankan bahwa sinergi antara HIPMI dan Gekrafs perlu terus diperkuat guna melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam dunia usaha, tetapi juga memiliki kapasitas kepemimpinan yang mumpuni.


“HIPMI dan Gekrafs harus berkolaborasi menciptakan pemuda-pemuda Bengkulu yang memiliki jiwa kewirausahaan, kapasitas kepemimpinan, serta semangat membangun daerah. Dari organisasi inilah kita berharap lahir pemimpin-pemimpin berkualitas untuk Bengkulu dan Indonesia,” katanya.


Dalam sesi seminar, Yosia turut mengingatkan pentingnya membangun pola pikir positif, kecintaan terhadap daerah, serta semangat nasionalisme di kalangan generasi muda. Menurutnya, pemahaman terhadap sejarah dan budaya lokal menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa.


Selain itu, ia menyoroti perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), yang harus dimanfaatkan secara bijak dan produktif oleh generasi muda.


“Anak muda saat ini hidup di era digital dan AI. Mereka harus mampu menjadi pengguna teknologi yang cerdas, memahami perkembangan digital, serta membangun personal branding yang positif. Integritas dan tanggung jawab tetap menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan,” tegasnya.


Yosia juga mengajak generasi muda untuk membangun lingkungan pergaulan yang sehat, produktif, dan menjunjung tinggi semangat gotong royong. Menurutnya, budaya kolaborasi dan saling mendukung merupakan modal penting dalam menciptakan kemajuan bersama.


Menutup pemaparannya, Yosia berharap HIPMI dan Gekrafs dapat terus menjadi ruang kolaborasi yang melahirkan generasi muda Bengkulu yang inovatif, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.


“Organisasi bukan milik individu atau kelompok tertentu, melainkan wadah bersama untuk mempersiapkan generasi penerus yang mampu membawa Bengkulu menjadi daerah yang lebih maju, kompetitif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global,” pungkasnya.

Daerah