Pemkab Lebong Perkuat Sinergi Program Bangga Kencana, Targetkan Stunting Turun Hingga Nol
LEBONG,Rakjat.com— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya mempercepat penurunan angka stunting melalui Rapat Koordinasi Sinergitas dan Konsolidasi Program Bangga Kencana dalam rangka Penurunan Angka Stunting Tahun 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid, unsur Forkopimda, Ketua Komisi I dan III DPRD Kabupaten Lebong, Pj Sekda Lebong, Ketua TP-PKK dan Ketua GOW Kabupaten Lebong beserta jajaran, para Staf Ahli Bupati, Asisten, Kepala OPD, instansi vertikal, camat, lurah, serta kepala desa se-Kabupaten Lebong.
Turut hadir jajaran Ikatan Bidan Indonesia (IBI), kepala puskesmas, PKB/PLKB, Tim Pendamping Keluarga (TPK), Duta GenRe, perwakilan dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, serta panitia penyelenggara dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Pengendalian Penduduk, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP2PAKB) Kabupaten Lebong.
Usai kegiatan, Bupati Lebong H. Azhari, SH., MH., menegaskan komitmen Pemkab Lebong untuk mempercepat penurunan angka stunting hingga ke tingkat paling rendah, bahkan jika memungkinkan mencapai nol kasus.
Menurut Azhari, penanganan stunting membutuhkan keterlibatan seluruh pihak dan tidak dapat hanya mengandalkan pelayanan di fasilitas kesehatan. Karena itu, pemerintah akan memperkuat pendampingan langsung kepada keluarga di seluruh wilayah Kabupaten Lebong.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilakukan pelantikan dan pengukuhan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) serta Tim Pendamping Keluarga (TPK) sebagai bagian dari langkah konkret memperkuat pendampingan masyarakat melalui Program Bangga Kencana dan Gerakan Orang Tua Asuh.
"PLKB dan TPK telah kami lantik untuk 12 kecamatan, masing-masing satu petugas di setiap kecamatan. Tugas mereka adalah mendampingi keluarga secara langsung, mulai dari pelayanan Keluarga Berencana, pemantauan ibu hamil, ibu menyusui, tumbuh kembang balita, hingga pengawasan pencegahan stunting di lapangan," ujar Azhari.
Ia berharap dukungan dan sinergi bersama BKKBN Provinsi Bengkulu dapat membuat penanganan stunting di Kabupaten Lebong semakin terarah, terukur, dan tepat sasaran.
"Kami berharap dengan dukungan BKKBN Provinsi, angka stunting di Kabupaten Lebong dapat terus menurun, dan suatu saat nanti seperti yang kita cita-citakan, kalau bisa mencapai angka nol," katanya.
Azhari juga menegaskan, Pemkab Lebong akan memastikan pelayanan dan pendampingan tidak berhenti di puskesmas maupun rumah sakit. Pemerintah akan hadir langsung di tengah masyarakat melalui kunjungan dan pendampingan hingga ke rumah-rumah warga.
Pemkab Lebong juga menyiapkan mobil pelayanan khusus untuk mendukung akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang mengalami kendala dalam menjangkau fasilitas kesehatan.
Para pendamping yang telah dikukuhkan nantinya akan melakukan pemantauan kondisi keluarga, memberikan edukasi, serta melakukan rujukan apabila ditemukan permasalahan kesehatan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
"Kami sangat berkomitmen untuk mengurangi, bahkan menghilangkan stunting di Lebong. Bukan hanya di ruang rapat, tapi di setiap rumah warga. Tidak boleh ada ibu hamil, ibu menyusui, maupun balita yang tidak terpantau. Kita hadir, kita dampingi, dan kita pastikan tumbuh kembang anak-anak Lebong terjamin sehat dan optimal," tegasnya.
Sementara itu, Plt. Kepala DP2PAKB Kabupaten Lebong, Eropa, SKM., ME., mengatakan pihaknya siap menjalankan arahan Bupati Lebong dengan memperkuat pemberdayaan seluruh jajaran penyuluh keluarga berencana di tingkat kecamatan.
Menurutnya, pelaksanaan Program Bangga Kencana dan Gerakan Orang Tua Asuh akan melibatkan PKB, PLKB, IPeKB, serta TPK yang terdiri dari unsur bidan, kader, dan PKK.
"Kami dari DP2PAKB sangat berkomitmen sepenuhnya, sesuai arahan Bapak Bupati untuk menurunkan dan menekan angka stunting di Kabupaten Lebong," ujar Eropa.
Ia menjelaskan, seluruh tim akan bekerja secara terpadu di 12 kecamatan, 93 desa, dan 11 kelurahan di Kabupaten Lebong.
Pendataan, pemantauan, dan pengawasan akan dilakukan secara menyeluruh. Upaya pencegahan juga tidak hanya difokuskan kepada bayi di bawah dua tahun, tetapi dimulai sejak pasangan memasuki kehidupan berumah tangga.
"Mereka akan melakukan pendataan, pemantauan, dan pengawasan menyeluruh. Pemantauan tidak hanya ditujukan bagi bayi di bawah dua tahun, tetapi sudah dimulai sejak pasangan memulai rumah tangga. Inilah langkah awal kita untuk menekan angka stunting," pungkas Eropa.
Dengan penguatan koordinasi lintas sektor, pendampingan keluarga hingga tingkat rumah tangga, serta dukungan BKKBN dan seluruh pemangku kepentingan, Pemkab Lebong optimistis upaya percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.