Skip to main content
Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi dan Wakil Walikota Ronny PL Tobing berfoto bersama

Walikota Bengkulu Tegaskan: Hapus "Ilmu Cicak" dan Mental Block, ASN Wajib Responsif

Bengkulu,Rakjat.com – Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi memberikan arahan tegas kepada seluruh jajaran pegawai Pemkot Bengkulu untuk melakukan transformasi budaya kerja. Dalam pesannya pada Kamis (15/1/2026), ia menekankan pentingnya menghapus mentalitas yang disebut "Ilmu Cicak" dan meminta bawahan keluar dari hambatan mental (mental block).

Walikota mengkritik fenomena "Ilmu Cicak" yang sering menghambat pelayanan publik, yakni sikap "cicak tidak tau" (pura-pura tidak tahu) dan "cicak gilo" (pura-pura tidak mengerti). "Mentalitas seperti ini tidak boleh lagi ada di lingkungan pemerintah kita. Pegawai harus peka dan responsif, bukan justru menghindar saat masyarakat membutuhkan," tegasnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan agar para pejabat menjauhi kata "tidak bisa". Menurutnya, secara psikologis, sering mengucapkan kata tersebut akan menciptakan mental block yang menutup ruang kreativitas dan inovasi.

"Keterbatasan anggaran atau kurangnya personel jangan dijadikan alasan untuk berhenti melayani. Di mana ada kemauan, di situ ada jalan. Jangan biarkan alasan teknis mematikan inovasi kita dalam membantu warga," tambahnya.

Sebagai motivasi, Dedy memberikan teladan nyata melalui Sahat Situmorang, Kasatpol PP, yang dinilai sangat responsif. Ia memuji dedikasi Sahat yang sering berada di lokasi bencana atau titik masalah warga sebelum pimpinan tiba, serta mampu menangani berbagai urusan mulai dari banjir hingga kasus warga sakit dengan sepenuh hati.

Melalui pesan ini, Walikota berharap seluruh ASN dapat meniru model pelayanan yang tidak sekadar formalitas, melainkan didasari ketulusan dan gerak cepat dalam menuntaskan persoalan masyarakat di lapangan.

Daerah