Gusur Lokasi Prostitusi, Bukti Pemerintah Kian Tegas

Dalam penggusuran kali ini, Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi (Dewa) memimpin langsung anggotanya ketika merobohkan tempat-tempat yang disalah gunakan. Lahan milik Pemerintah yang selama ini dipinjamkan kepada masyarakat untuk mendirikan usaha ternyata dijadikan lahan usaha prostitusi.
Salah seorang warga yang terkena dampak penggusuran, Isnawati menilai penggusuran tersebut berlaku tidak adil karena tidak semua digusur melainkan hanya beberapa ruko saja, sedangkan mereka masih membutuhkan tempat tinggal.
"Kalau pemerintah mau menutup cafe-cafenya tidak apa-apa, tapi izinkan kami menjadikan ini sebagai tempat tinggal pak, kalau tidak tinggal di sini kami mau tinggal dimana lagi," ujar Inawati.
Menanggapi keluhan warga, Wakil Walikota Bengkulu tidak ambil pusing. Dewa berani melakukan penggusuran karena selama ini pihaknya sudah berkali-kali memberi peringatan namun tidak diindahkan.
"Kami sudah beri peringatan, mereka tidak pernah mau dengar, mereka menempati tempat ini tanpa izin, tidak ada jalan lain selain kita robohkan," tegasnya.
Tentu saja penggusuran yang terjadi di Terminal Sungai Hitam ini menjadi 'lampu kuning' bagi para pelaku usaha yang menyediakan minuman keras hingga prostitusi yang ada di Kota Bengkulu. Dewa juga mengingatkan bahwa penggusuran ataupun penegakkan komitmen Bengkulu religius tidak hanya sampai disini. Tempat apapun yang diduga sebagai tempat prostitusi cepat atau lambat akan digusur.
"Kalau ada tempat lain yang seperti itu, kita ratakan juga. Ini bangunan milik pemerintah, selama memang pemerintah belum membutuhkan, silahkan tempati, asal jangan menjual minuman keras, tuak dan prostitusi," tambah Dedy.
Sebelumnya, Dewa ditemani Kadispar, Kadishub, dan Kasatpol PP Kota Bengkulu beserta anggota sudah melakukan sidak ke beberapa tempat, termasuk Terminal Sungai Hitam. Pada sidak tersebut ditemukan minuman keras oplosan dan beberapa wanita yang diduga terlibat dalam prostitusi.
"Kemarin malam kita sudah sidak, ada wanita yang menjajakan dirinya dan ada yang jual tuak, jadi udah cukup bukti," terangnya.
Selain untuk meminimalisir keberadaan tempat maksiat, Dedy mengatakan, selanjutnya akan dibangun Pasar Terminal Sungai Hitam dan Betungan.
"Tapi pembangunan itu masih nunggu pinjaman ke SMI," tambah Dedy.
Lanjut Dedy, bagi warga yang tempat tinggalnya digusur, diharapkan dapat mencaru tempat tinggal yang lebih layak dan tidak mengulangi usaha maksiat kembali.
"Yang sudah digusur, silahkan tidur di masjid, silahkan itikaf, nanti ditemani pak ustad, kita berdoa semuanya mereka dapat hidayah," tutup Dedy.(DPS)