JMSI Bengkulu dan IDX Gelar Buka Bersama, Angkat Tema “Cuan Spiritual"
BENGKULU,Rakjat.com – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Bengkulu menggelar kegiatan buka puasa bersama dengan Bursa Efek Indonesia (IDX) yang mengangkat tema “Cuan Spiritual: Literasi Keuangan untuk Masa Depan Berkelanjutan.” Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus edukasi mengenai pentingnya literasi keuangan di tengah masyarakat.
Acara yang dihadiri oleh insan pers, pelaku pasar modal, dan sejumlah undangan tersebut bertujuan mendorong pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan yang sehat dan berkelanjutan. Selain mempererat hubungan antara media dan pelaku industri keuangan, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperluas pemahaman tentang investasi yang bijak.
Ketua JMSI Bengkulu Dedi Hardiansyah Putra mengatakan, media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang benar dan edukatif kepada masyarakat, termasuk dalam hal literasi keuangan dan investasi.
Menurutnya, tema “Cuan Spiritual” sengaja diangkat untuk menegaskan bahwa mencari keuntungan secara finansial harus tetap disertai dengan nilai-nilai etika, tanggung jawab, dan kebermanfaatan sosial.
“Literasi keuangan bukan hanya soal mencari keuntungan, tetapi juga bagaimana mengelola keuangan secara bijak, berkelanjutan, dan tidak terlepas dari nilai-nilai moral. Media memiliki tanggung jawab untuk ikut mengedukasi masyarakat agar lebih cerdas dalam mengelola keuangan dan memahami investasi,” ujar Dedi Hardiansyah Putra.
Ia menambahkan, JMSI Bengkulu membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Bursa Efek Indonesia dan pelaku industri pasar modal, dalam mendorong peningkatan literasi keuangan di daerah.
“Melalui kegiatan seperti ini kita ingin membangun kesadaran bersama bahwa masa depan ekonomi yang kuat dimulai dari masyarakat yang melek finansial,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan Korea Investment, Ari Pratama, menyambut baik kolaborasi antara JMSI Bengkulu dan Bursa Efek Indonesia dalam mengedukasi masyarakat mengenai pasar modal.
Menurutnya, literasi keuangan menjadi kunci penting agar masyarakat tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu memanfaatkan berbagai instrumen keuangan untuk meningkatkan kesejahteraan.
“Kami melihat peran media sangat penting dalam menyebarkan informasi yang benar tentang investasi. Dengan literasi yang baik, masyarakat tidak mudah terjebak pada investasi ilegal dan justru bisa memanfaatkan pasar modal sebagai salah satu instrumen untuk membangun masa depan keuangan yang lebih baik,” kata Ari Pratama.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, sehingga semakin banyak masyarakat yang memahami manfaat investasi dan pengelolaan keuangan yang sehat.
Kegiatan buka puasa bersama ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Selain diskusi ringan mengenai literasi keuangan, acara juga menjadi momentum mempererat hubungan antara insan pers dan pelaku industri keuangan di Bengkulu dalam mendorong edukasi ekonomi kepada masyarakat.