Skip to main content
Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi

Utamakan Pelayanan Ke Masyarakat, Pemkot Bengkulu Belum Terapkan WFH

Bengkulu,Rakjat.com – Pemerintah Kota Bengkulu menegaskan hingga saat ini belum akan menerapkan sistem kerja dari rumah atau Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bengkulu. Seluruh ASN tetap bekerja dari kantor seperti biasa guna memastikan pelayanan publik berjalan optimal.


Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menjelaskan bahwa pola pelayanan di tingkat kabupaten/kota sangat berbeda dengan pemerintah provinsi. Menurutnya, pemerintah kota memiliki tanggung jawab pelayanan teknis yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dan membutuhkan kehadiran fisik aparatur.


“Di Kota Bengkulu kami belum menerapkan WFH, tetap kerja seperti biasa. Karena hampir semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bersifat teknis. Bayangkan jika Dukcapil, Dinas Kesehatan, atau Pemadam Kebakaran harus WFH, tentu akan sulit,” ujar Dedy, Selasa (30/12).


Ia menambahkan, pemerintah provinsi memiliki fungsi utama sebagai koordinator yang menyelaraskan program pusat ke daerah. Sementara itu, pemerintah kota berhadapan langsung dengan pelayanan teknis masyarakat sehari-hari.


Dedy juga menyoroti peran penting kantor camat dan lurah sebagai garda terdepan pelayanan publik. Menurutnya, pelayanan di tingkat kelurahan dan kecamatan harus berjalan maksimal tanpa hambatan jarak.


“Kantor camat dan lurah itu melayani warga langsung setiap hari. Kalau mereka WFH, kita khawatir pelayanan publik akan terganggu. Begitu juga dengan upaya menggalakkan UMKM dan koperasi yang membutuhkan pendampingan langsung di lapangan,” jelasnya.


Meski memahami kebijakan yang diambil oleh Gubernur maupun Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu dengan cakupan pemikiran yang lebih luas untuk skala provinsi, Dedy berharap setiap daerah diberikan ruang untuk menerapkan pola kerja sesuai kebutuhan teknis di lapangan.


“Kami paham Pak Gubernur ingin koordinasi lebih luwes, tetapi untuk kota, kami masih mencari format terbaik agar tidak ada kendala dalam melayani masyarakat,” tutup Dedy.
Hingga saat ini, pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu dipastikan tetap berjalan normal dengan sistem kerja dari kantor.

Daerah