Dari Sawit hingga Kelapa, Dinas Perkebunan Tanjabtim Pacu Hilirisasi dan Kesejahteraan Masyarakat
Tanjabtim, Rakjat.com – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) terus memperkuat sektor perkebunan sebagai salah satu penopang perekonomian masyarakat. Pengembangan tidak lagi hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi mulai diarahkan dari sektor hulu hingga hilir untuk menciptakan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan Masyarakat.
Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Tanjabtim, Riqo Yudawirja, S.Hut, mengatakan pembangunan perkebunan ke depan harus mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Dalam menjalankan tugasnya, Riqo yang merupakan jebolan Institut Teknologi Bandung (ITB) menyebut dirinya berpegang pada dua prinsip utama, yakni memitigasi risiko dan menyelesaikan masalah.
Menurutnya, Dinas Perkebunan tidak hanya bertugas sebagai pelaksana program pemerintah, tetapi juga berperan sebagai jembatan antara masyarakat, pihak ketiga dan dunia usaha.
“Kami dari Dinas Perkebunan hadir sebagai penjembatan bagi masyarakat dan pihak ketiga atau pebisnis. Kami siap hadir apabila masyarakat berkoordinasi atau mengajukan program yang berkaitan dengan perkebunan,” ungkap Riqo, Kamis (13/8/2026).
Sawit Jadi Komoditas Strategis
Untuk komoditas kelapa sawit, strategi pengembangan diarahkan secara menyeluruh, mulai dari penyediaan benih dan penanaman, pemeliharaan, panen, pascapanen hingga hilirisasi.
Salah satu program utama yang menjadi perhatian adalah Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang bersumber dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).
Dalam rencana pengembangan, PSR ditargetkan mencakup sekitar 1.500 hektare, dengan dukungan anggaran sekitar Rp90 miliar atau Rp60 juta per hektare.
Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas kebun rakyat melalui peremajaan tanaman sawit yang sudah tidak lagi optimal.
Selain PSR, dukungan juga diarahkan pada sarana dan prasarana perkebunan sawit, termasuk bantuan bibit dan pupuk. Pengembangan sumber daya manusia turut menjadi perhatian melalui program beasiswa bagi petani kebun.
Tidak berhenti di sektor hulu, Dinas Perkebunan juga mendorong penguatan hilirisasi melalui pembangunan fasilitas pengolahan.
Di antaranya PT AMA di kawasan Simpang Tuan dengan kapasitas sekitar 60 ton per jam dan PT PAS di Parit Culum I dengan kapasitas sekitar 45 ton per jam. Nilai investasi dalam rencana pengembangan tersebut masing-masing mencapai sekitar Rp250 miliar dan Rp210 miliar.
Kelapa Dalam Juga Menjadi Target dan Prioritas
Kelapa Dalam Ikut Digenjot
Selain sawit, komoditas kelapa dalam juga menjadi salah satu prioritas pengembangan perkebunan di Tanjabtim.
Program peremajaan kelapa dalam diarahkan mencapai sekitar 5.000 hektare, disertai dukungan bibit dan pupuk.
Sementara itu, pengembangan sarana dan prasarana perkebunan kelapa direncanakan pada areal sekitar 1.200 hektare, dengan total anggaran yang disebut mencapai sekitar Rp102 miliar.
Dari sisi hilirisasi, Dinas Perkebunan juga membuka peluang investasi untuk pembangunan pabrik pengolahan sabut kelapa, daging kelapa hingga tempurung kelapa.
Pengembangan industri pengolahan tersebut dinilai penting untuk meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan yang selama ini masih banyak dipasarkan dalam bentuk bahan mentah.
Bantuan Wajib Sesuai Regulasi
Riqo menegaskan, masyarakat maupun kelompok tani yang ingin mendapatkan program PSR maupun sarana dan prasarana perkebunan harus mengikuti mekanisme serta persyaratan yang telah ditetapkan.
Proses pengusulan meliputi pengajuan permohonan, pemeriksaan kelengkapan administrasi, verifikasi legalitas lahan, verifikasi lapangan hingga penerbitan rekomendasi teknis.
Pengusulan dapat dilakukan oleh kelompok tani, gabungan kelompok tani, koperasi maupun kelembagaan ekonomi pekebun lainnya sesuai ketentuan.
Untuk bantuan sarana dan prasarana sawit, sejumlah kebutuhan yang dapat didukung antara lain benih, pupuk, pestisida, alat pascapanen, alat dan mesin pertanian, pembangunan atau peningkatan jalan perkebunan hingga rehabilitasi tata kelola air.
Kondisi geografis Tanjabtim yang banyak memiliki lahan rawa dan pasang surut membuat tata kelola air menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas perkebunan.
Dinas Perkebunan Buka Ruang Koordinasi
Riqo memastikan Dinas Perkebunan Tanjabtim terbuka terhadap aspirasi masyarakat, khususnya terkait kebutuhan dan pengembangan sektor perkebunan.
Namun, keterbukaan tersebut tetap harus berjalan berdasarkan regulasi dan mekanisme yang berlaku.
“Dalam membantu, kami terbuka dan tegas sesuai dengan regulasi yang ada. Mulai dari proses pengajuan sampai rekomendasi, semua harus mengikuti ketentuan,” tegasnya.
Ia mengajak masyarakat dan kelompok pekebun tidak ragu berkoordinasi dengan Dinas Perkebunan apabila memiliki kebutuhan maupun usulan program pengembangan perkebunan.
Dengan penguatan sektor hulu, peningkatan produktivitas, dukungan sarana dan prasarana, pengembangan sumber daya manusia hingga hilirisasi, Pemkab Tanjabtim berharap sektor perkebunan tidak hanya mampu meningkatkan produksi, tetapi juga menciptakan nilai tambah dan kesejahteraan bagi masyarakat.
“Kami ingin memastikan setiap program benar-benar memberikan kemanfaatan yang lebih banyak bagi masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur,” pungkas Riqo. (Hadi su)