Ahmad Zarkasi : Gubernur Rohidin Memiliki Jiwa 'Sense Of Crisis'

Bengkulu,Rakjat.com - Upaya Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mencegah penyebaran wabah Virus Covid-19 dan Kepedulian terhadap Pasien Positif Corona, kali ini mendapat Tanggapan dari Politisi Senior PKS Ahmad Zarkasi, Senin (20/4).
Sense of Crisis merupakan suatu kepekaan terhadap sebuah suasana, situasi dan kondisi yang sedang dihadapi oleh seseorang, kelompok dan masyarakat, termasuk juga pemerintah dan negara.
Untuk diketahui beberapa Waktu lalu Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengunjungi rumah warga positif COVID-19 atau Virus Corona. Ia datang untuk memberikan edukasi kepada masyarakat setempat agar tidak menjauhi atau mengucilkan pasien selama masa isolasi mandiri di rumah. Ia juga memberikan suport moral dan motivasi kepada pasien agar tetap tenang, tidak usah panik dan jangan merasa diperlakukan perbeda.
Didampingi tenaga medis dan RT setempat, Gubernur Rohidin sempat ‘ngobrol’ melalui sambungan telepon dari depan pagar rumah pasien. "Kami mau ngasih suport aja. Mau meyakinkan publik yang memiliki pemahaman berdeba. Jadi ibu tidak usah hawatir, tenang, jangan panik, jangan merasa disisihkan,” kutipan percakapan Gubernur Rohidin bersama pasien yang diketahui merupakan seorang ibu dan anak yang diduga terpapar suaminya. Sang suami sendiri saat ini dirawat di Rumah Sakit M Yunus Kondisi baik dan sehat.
Menangapi Kepedulian dan kunjungan Gubernur ke Pasien Positif Covid-19, Politisi Senior PKS Ahmad Zarkasi Mengatakan Seorang pemimpin itu tentu harus memiliki Sense Of Crisis (Kepekaan terhadap Masalah,Red) dan ini ditunjukan oleh Bapak Gubernur Bengkulu terhadap warganya
"Seorang pemimpin tentu harus memiliki sense of crisis (kepekaan terhadap masalah), begitu yang ditunjukkan saya kira oleh pk Gubernur terhadap warganya,"Kata Ahmad Zarkasi melalui pesan Whatsapp.
Lanjut Ahmad Zarkasi menambahkan Wabah Covid-19 ini menjadi keperhatinan bersama yang seyogyanya harus dihadapi dengan ketabahan dan kesabaran kolektif, Tidak satu orangpun yang mau terpapar Virus Corona.
"Wabah Covid 19 ini adalah menjadi keprihatinan bersama yang seyogyanya harus dihadapi dengan ketabahan dan kesabaran kolektif. Tidak satupun orang yang ingin terpapar oleh Coronavirus ini,"Masih Kata Ahmad Zarkasi.
Maka Ketika ada diantara saudara Kita yang mendapat musibah, harus cepat bahu membahu untuk membantu serta empati semua sangatlah penting dibutuhkan untuk pasien bukan sebaliknya mesti terkucilkan, Tambahnya Ahmad Zarkasi.
"Maka, ketika ada diantara saudara kita yang memdapatkan musibah, maka semua kita harus bahu membahu untuk membantu saudara kita. Empati semua menjadi penting buat pasien bukan sebaliknya mesti terkucilkan,"Tambah Ahmad Zarkasi.
Terakhir Ahmad Zarkasi menambahkan Isolasi atau karantina pasien memang Prosedur bagi penanganan yang terdampak Virus Covid-19. Tetapi Empati semua nantinya Dapat menumbuhkan semangat bagi warga yang terkena virus Corona tersebut supaya percaya diri untuk sembuh dari penyakitnya.
"Isolasi atau karantina pasien adalah memang prosedur baku bagi penangan pasien. Tetapi empati semua bagi pasien adalah bagian dari upaya untuk menjadi cara efektif pula bagi pasien untuk menumbuhkan percaya diri untuk sembuh dari penyakitnya,"Ujar Ahmad Zarkasi.
Ahmad Zarkasi Berpesan Kiranya Semua kita lakukan empati kepada korban sebagaimana yang telah dilakukan oleh Bapak Gubernur Kita
"Saya kira saatnya semua kita lakukan empati kita kepada korban sebagaimana telah dilakukan oleh pak gubernur kita,"Pesan Ahmad Zarkasi.
Editor : Redaksi