Banjir dan Longsor Terjang Seluma, 2.478 Jiwa Terdampak
Seluma, Rakjat.com – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Seluma, Bengkulu sejak Minggu (5/4/2026) menyebabkan banjir besar yang merendam lima kecamatan. Bencana tersebut mengakibatkan ratusan kepala keluarga (KK) terdampak dan sebagian terpaksa mengungsi, serta mengalami kerugian materi.
Berdasarkan data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Seluma, total warga terdampak mencapai 835 KK atau setara dengan 2.478 jiwa. Lima kecamatan yang terdampak yakni Semidang Alas Maras, Talo, Ulu Talo, Seluma Utara, dan Seluma Timur.
Kecamatan Talo menjadi wilayah paling parah terdampak banjir. Tercatat lima desa terendam, yakni Kembang Sri, Lubuk Gio, Muaro Danau, Napal Melintang, dan Kampai, dengan total 476 KK atau 1.319 jiwa terdampak.
Sementara itu, di Kecamatan Semidang Alas Maras, banjir merendam empat desa dan berdampak pada 259 KK atau 759 jiwa. Wilayah lainnya seperti Ulu Talo, Seluma Utara, dan Seluma Timur juga mengalami dampak serupa dengan jumlah korban yang bervariasi.
Khusus di Kecamatan Seluma Timur, bencana tidak hanya berupa banjir, tetapi juga disertai tanah longsor yang terjadi di Desa Kota Agung. Peristiwa ini menyebabkan 5 KK atau 25 jiwa terdampak serta satu unit rumah mengalami kerusakan akibat tertimpa material longsor.
Kepala Pelaksana BPBD Seluma, Arben Muktiar, menyampaikan bahwa data yang dihimpun saat ini masih bersifat sementara. Pihaknya masih melakukan pendataan lanjutan di lapangan.
“Kita masih menunggu laporan dari tim yang diterjunkan ke lokasi. Data terbaru akan segera kami sampaikan kepada rekan media,” ujar Arben, Senin (06/04/2026).
Untuk penanganan awal, BPBD Seluma telah membagi tim menjadi lima kelompok guna melakukan kaji cepat di masing-masing kecamatan terdampak. Selain itu, rapat lintas sektor juga dijadwalkan digelar dan akan dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Seluma.
Mengingat curah hujan di wilayah tersebut masih tinggi, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan siaga terhadap potensi banjir susulan serta tanah longsor.