Skip to main content
Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi

Dedy Wahyudi, “Walikota Takziah” dengan Layanan Nyata untuk Warga Bengkulu

Bengkulu, Rakjat.com – Bagi sebagian pejabat, popularitas sering dibangun lewat panggung pidato atau baliho besar. Namun berbeda dengan Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, yang justru dikenal dekat dengan warganya melalui kehadiran langsung di momen duka maupun bahagia.


Kedekatan itu bahkan melahirkan julukan unik dari masyarakat, yakni “Dedy Takziah”. Julukan ini muncul karena kebiasaannya hadir di rumah duka, memberikan dukungan moral sekaligus memastikan pelayanan administrasi tetap berjalan bagi warga yang berduka.


Dalam sebuah perbincangan di Podcast Nusaraya Kompas.com, Dedy sempat membagikan cerita menarik saat Pilkada. Ia mengaku terhibur ketika mendengar dua orang nenek dengan mantap menjawab akan memilih “Dedy Takziah” saat ditanya petugas di bilik suara.


Diplomasi “4 in 1” di Tengah Duka


Julukan tersebut bukan tanpa alasan. Melalui program unggulan “4 in 1”, Pemerintah Kota Bengkulu hadir langsung membantu warga di saat paling sulit.


Ketika ada warga meninggal dunia, tim pemerintah segera bergerak mengantarkan dokumen kependudukan ke rumah duka. Mulai dari akta kematian, Kartu Keluarga baru, hingga KTP dengan status terbaru.


Tak jarang, Dedy sendiri turun langsung, bahkan hingga malam ketiga takziah, untuk menyerahkan dokumen tersebut. Baginya, kehadiran pemerintah di tengah warga yang berduka adalah bentuk nyata pelayanan negara.


“Bahagia itu adalah capaian tertinggi. Saya ingin warga merasa lengkap karena pemerintahnya ada saat mereka susah,” ujarnya.


Saksi Nikah yang “Full Booking”


Tak hanya di momen duka, Dedy juga hadir dalam kebahagiaan warga. Ia kerap menjadi saksi pernikahan sekaligus membawa solusi melalui layanan administrasi instan.


Pasangan pengantin yang baru menikah bisa langsung menerima KTP dan KK baru di lokasi. Bahkan, orang tua kedua belah pihak turut mendapatkan pembaruan dokumen secara otomatis.


Popularitasnya sebagai saksi nikah pun terus meningkat. Jadwalnya bahkan disebut sudah penuh hingga Agustus 2026. Warga rela mengantre agar orang nomor satu di Kota Bengkulu itu hadir di hari bahagia mereka, lengkap dengan fasilitas mobil pengantin gratis dari pemerintah kota.


Fokus Pembangunan dan Wajah Baru Kota
Di balik sisi humanisnya, Dedy tetap tegas dalam pembangunan infrastruktur. Melalui program Seribu Jalan Mulus, ia mengklaim sekitar 90 persen jalan kota sudah dalam kondisi baik.


“Tahun ini fokus kami tinggal jalan perumahan. Anggaran Rp150 miliar sudah kami siapkan,” tegasnya.


Tak hanya itu, ia juga merancang pengembangan kawasan wisata heritage seperti Benteng Marlborough, Kota Tua, hingga Kampung China agar terintegrasi sebagai destinasi unggulan.


Kehadiran ikon baru seperti Belungguk Point diharapkan menjadi ruang bagi kreativitas anak muda dan pelaku UMKM di Bengkulu.


Program Sosial: Gratis dari Lahir hingga Sekolah


Komitmen “Religius dan Bahagia” yang diusungnya diwujudkan dalam berbagai program sosial. Salah satunya adalah layanan akta kelahiran yang langsung diantar ke rumah bagi bayi yang baru lahir.
Di sektor pendidikan, ia melarang pungutan komite untuk jenjang SMP. Sementara di bidang kesehatan, pemerintah menyediakan program BPJS gratis bagi seluruh warga kota.


Bagi Dedy Wahyudi, menjadi walikota bukan hanya soal mengelola anggaran, tetapi juga mengelola perasaan dan kebutuhan masyarakat.


Dari urusan sampah hingga pelayanan di rumah duka, ia ingin memastikan satu hal: menjadi warga Kota Bengkulu adalah sebuah kebahagiaan.

Daerah