Pemkot Bengkulu Dorong Warga Kelola Sampah dengan Metode Losida
Bengkulu, Rakjat.com – Permasalahan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Karena itu, Pemerintah Kota Bengkulu terus mendorong partisipasi aktif warga dalam pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga.
Salah satu solusi yang ditawarkan adalah penerapan metode Losida (Lodong Sisa Dapur). Melalui metode ini, masyarakat diajak untuk mengelola sampah organik secara mandiri. Selain itu, warga juga diimbau untuk mulai memilah sampah basah dan sampah kering sebelum dibuang.
Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menegaskan bahwa persoalan sampah merupakan masalah bersama.Menurutnya, seluas apa pun Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang disiapkan pemerintah, tidak akan mampu menyelesaikan persoalan jika tidak diimbangi dengan kesadaran masyarakat untuk memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah.
“Mulailah memilah sampah di rumah tangga. Jika ada sampah dapur, jangan dibuang begitu saja. Buat Losida dari pipa paralon. Cara pembuatannya bisa dipelajari melalui internet, seperti Google atau YouTube. Saya minta setiap rumah memiliki tempat pemilahan sampah,” ujar Dedy.
Ia juga menyampaikan akan meminta pihak pengembang perumahan, termasuk REI, agar setiap pembangunan rumah baru dapat langsung dilengkapi dengan fasilitas Losida.
Selain itu, Dedy mengimbau masyarakat untuk tidak lagi membuang sampah ke saluran air atau siring. Pemerintah berencana memasang pembatas dari besi di sejumlah titik sebagai upaya mencegah pembuangan sampah sembarangan. Dengan langkah tersebut, diharapkan kesadaran warga semakin meningkat.
Sebagai informasi, Losida merupakan metode sederhana pengelolaan sampah organik rumah tangga dengan cara menanam pipa paralon berlubang ke dalam tanah untuk mengolah sisa makanan menjadi kompos secara alami.