Bangun Jiwa Wirausaha Muda, Pemkot Bengkulu Gandeng Unived Gelar Pelatihan “Ide Kampus ke Pasar Nyata”
Bengkulu,Rakjat.com – Suasana Ruang Hidayah I Kantor Walikota Bengkulu tampak semarak saat digelarnya Pelatihan Membangun Jiwa Wirausaha Muda dari Ide Kampus ke Pasar Nyata, Selasa (3/3/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Koperasi dan UKM ini bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Dehasen (Unived). Pelatihan tersebut secara resmi dibuka oleh Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi.
Turut hadir dalam kegiatan itu Kepala Dinas Koperasi dan UKM Nelawati serta Wakil Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unived.
Dalam sambutannya, Dedy Wahyudi mengapresiasi tema pelatihan yang dinilai sangat relevan bagi mahasiswa di tengah tantangan ekonomi saat ini. Ia menegaskan bahwa ide tidak boleh hanya berhenti di angan-angan, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata.
“Luar biasa temanya. Ide itu jangan hanya ada di pikiran dan angan-angan tapi tidak diaktualisasikan. Banyak anak muda dan mahasiswa yang sukses dengan berbisnis,” ujar Dedy.
Dedy kemudian bertanya kepada peserta, siapa saja yang sudah mulai berwirausaha atau memiliki bisnis sambil kuliah. Cukup banyak mahasiswa yang mengangkat tangan. Mulai dari usaha ternak ikan cupang, berjualan kue, menjadi sales perumahan hingga usaha lainnya.
Sebagai bentuk apresiasi, para mahasiswa tersebut diminta maju ke depan dan masing-masing diberi uang secara langsung oleh Walikota.
“Ini memang tidak seberapa, tapi ini bentuk cinta dan apresiasi saya kepada adik-adik yang sudah mau berwirausaha dan berani berbisnis. Ini sekadar uang untuk membeli buku,” katanya, disambut tepuk tangan peserta.
Dedy juga memotivasi mahasiswa agar setelah lulus tidak hanya bercita-cita menjadi pencari kerja, tetapi mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Ia menilai peluang menjadi CPNS di Kota Bengkulu sangat terbatas, sementara sektor swasta juga belum sepenuhnya stabil.
“Mahasiswa begitu tamat kuliah jangan berpikir untuk mencari kerja, tapi menciptakan pekerjaan. Kita harus berpikir kreatif,” tegasnya.
Menurutnya, ada jenis usaha yang tidak akan pernah habis, seperti bisnis makanan dan kendaraan. Selama manusia hidup, kebutuhan terhadap makanan dan transportasi akan selalu ada.
Selain itu, Dedy menekankan pentingnya strategi pemasaran, mulai dari produk yang menarik, harga kompetitif hingga promosi yang efektif. Ia juga berbagi kisah perjalanan hidupnya yang sejak kecil sudah berjualan es di sekolah, membuka usaha wartel, jual beli motor, hingga merintis bisnis TV kabel dan internet.
“Jangan pernah merasa malu punya usaha. Orang sukses tidak banyak alasan, orang gagal selalu banyak alasan. Jangan buntu akal, harus kreatif dan jangan punya mental block,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Nelawati, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari inovasi kerja sama melalui MoU antara Dinas Koperasi dan UKM dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unived.
Ia menjelaskan, tujuan pelatihan ini adalah menumbuhkan mindset kewirausahaan mahasiswa agar tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi mampu menciptakan lapangan kerja, memahami konsep bisnis, mengidentifikasi peluang, serta mengembangkan ide menjadi produk nyata.
“Kami ingin membentuk karakter wirausaha mahasiswa yang kreatif, inovatif dan disiplin,” ujarnya.
Pelatihan ini diikuti oleh 75 mahasiswa. Nelawati juga menyebutkan, saat ini jumlah UMKM di Kota Bengkulu mencapai 44.773 unit, dengan 2.386 di antaranya telah menembus pasar internasional dan 10.132 telah memiliki perizinan usaha.