Kepala BPKAD Ajak Jauhi Judi Online
Kota Bengkulu, Rakjat.com - Kepala BPKAD Kota Bengkulu, Yudi Susanda, mengimbau seluruh masyarakat untuk menjauhi praktik judi online yang semakin marak belakangan ini. Menurutnya, judi online bukan hanya merugikan secara finansial, tetapi juga dapat menghancurkan masa depan individu dan keluarga. Banyak kasus yang menunjukkan bahwa kecanduan judi online membawa dampak negatif, mulai dari masalah keuangan hingga konflik dalam keluarga, yang pada akhirnya berujung pada kerugian besar bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar.
Yudi menekankan bahwa judi online bukanlah solusi untuk mendapatkan uanjg secara cepat, melainkan jebakan yang dapat menjerumuskan seseorang pada utang dan kemiskinan. Ia mengajak masyarakat untuk tidak mudah tergoda oleh iming-iming keuntungan instan yang ditawarkan oleh situs-situs judi online. Sebaliknya, masyarakat diharapkan dapat mengalihkan perhatian pada kegiatan yang lebih produktif dan positif, seperti berwirausaha atau meningkatkan keterampilan diri yang bermanfaat untuk masa depan.
Selain itu, Yudi mengingatkan bahwa judi online juga berdampak buruk pada aspek sosial dan psikologis. Kecanduan judi dapat menyebabkan stres, depresi, dan bahkan tindakan kriminal akibat tekanan ekonomi. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk keluarga, sekolah, dan komunitas, untuk bersama-sama mengawasi dan mengedukasi generasi muda agar terhindar dari bahaya judi online. Peran orang tua dalam mengawasi penggunaan internet oleh anak-anak juga sangat penting untuk mencegah mereka terjebak dalam aktivitas negatif ini.
Sebagai penutup, Yudi berharap ada kesadaran kolektif dari masyarakat untuk menolak segala bentuk perjudian, termasuk judi online, demi kebaikan bersama. Ia juga mendukung upaya pemerintah dan aparat penegak hukum dalam memberantas praktik judi online yang ilegal. Dengan komitmen bersama, diharapkan masyarakat dapat hidup lebih sejahtera tanpa terjebak dalam lingkaran perjudian yang merusak.