Skip to main content
Tampak Kasatpol PP dan PLT Disprindag Alex Periansyah menertibkan Pedangan Panorama

Langkah Dedy Wahyudi Tertipkan Pasar Panorama Berjalan Kondusif

Kota Bengkulu,Rakjat.com - Di bawah kepemimpinan Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi dan Wakil Wali Kota Bengkulu Rony PL Tobing, penataan dan penertiban kawasan Pasar Panorama berjalan kondusif, Selasa (12/1). Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah strategis Pemerintah Kota Bengkulu untuk mengembalikan fungsi jalan dan fasilitas umum yang selama ini kerap disalahgunakan oleh para pedagang.


Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi melalui Asisten II Setdakot Bengkulu, Sehmi, memimpin langsung apel kesiapan sebelum pelaksanaan penataan. Apel tersebut diikuti oleh seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat dan lurah, serta didampingi personel TNI dan Polri guna memastikan kegiatan berjalan tertib, aman, dan terkoordinasi.


Sehmi menegaskan bahwa penataan Pasar Panorama merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan kota yang lebih tertib, rapi, dan nyaman, baik bagi pedagang maupun masyarakat pengguna jalan. Penertiban ini diharapkan mampu mengembalikan fungsi pasar sesuai peruntukannya, tanpa mengesampingkan aspek kemanusiaan dan pendekatan persuasif kepada para pedagang.


Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Bengkulu, Sahat M. Situmorang, yang mengemban tugas sebagai pelaksana penataan dan penertiban, menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar penggusuran, melainkan upaya penataan agar Kota Bengkulu menjadi lebih tertib dan teratur.


“Penataan ini bukan hanya soal memindahkan pedagang, tetapi bagaimana kita bersama-sama menciptakan keteraturan. Kita tinggalkan tempat ini setelah kegiatan dengan keadaan yang baik. Tidak boleh ada lagi pelanggaran setelah kondisi sudah tertata,” tegas Sahat.


Ia juga menekankan agar seluruh pihak yang terlibat bekerja secara paralel sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing, sehingga tujuan penataan dapat tercapai secara maksimal dan berkelanjutan.
Berdasarkan data dari Dinas Sosial Kota Bengkulu, diketahui bahwa sekitar 70 persen pedagang yang berjualan di badan jalan bukan merupakan warga Kota Bengkulu atau ber-KTP luar kota. Sementara 30 persen sisanya merupakan warga Kota Bengkulu yang sebenarnya telah memiliki kios atau lapak di dalam pasar, namun memilih berjualan di luar karena mengikuti arus pedagang dari luar daerah.


Pada kegiatan kali ini, penataan masih bersifat persuasif. Para pedagang diimbau untuk merapikan barang dagangan mereka dan kembali berjualan di dalam area pasar. Sedangkan pedagang dari luar kota diarahkan untuk berperan sebagai penyuplai barang ke dalam pasar, bukan sebagai pengecer yang menetap di badan jalan.


Langkah ini diharapkan dapat menciptakan sistem perdagangan yang lebih tertib, sekaligus memberikan ruang yang lebih nyaman bagi pedagang resmi di dalam pasar serta kelancaran lalu lintas di sekitar kawasan Pasar Panorama.


Hingga berita ini diturunkan, situasi penataan dan penertiban di kawasan Pasar Panorama terpantau berjalan aman, tertib, dan kondusif.

Daerah