Skip to main content
Walikota Bengkulu Menggelar Pertemuan Dengan Driver Pengangkutan Sampah

Minta Maaf dan Ajak Berbenah, Dedy Wahyudi Tegaskan Gaya Kepemimpinan Humanis

Bengkulu, Rakjat.com - Usai Aksi pembuangan sampah oleh puluhan driver pengangkut sampah dari TPA Air Sebakul di halaman Kantor Wali Kota Bengkulu dan Kantor DPRD Kota Bengkulu beberapa waktu lalu, Alih-alih bersikap reaktif, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi justru memilih langkah humanis dengan meminta maaf secara terbuka kepada driver pengangkut sampah, Minggu (1/2).

Silaturahmi tersebut berlangsung di Kota Merah Putih dan dihadiri oleh seluruh driver pengangkut sampah. Pertemuan ini digelar sebagai upaya mempererat komunikasi sekaligus meredam kesalahpahaman yang sempat terjadi antara Pemerintah Kota Bengkulu dan para driver.

Dalam kesempatan tersebut, Dedy Wahyudi secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada para driver pengangkut sampah atas pelayanan pemerintah yang dinilai belum maksimal.

“Saya selaku Wali Kota Bengkulu dan atas nama Pemerintah Kota Bengkulu dengan legowo memohon maaf apabila dalam hal ini kami bekerja belum maksimal dan belum sesuai dengan harapan,” ujar Dedy.

Dedy menegaskan, Pemerintah Kota Bengkulu berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan sistem pengelolaan sampah ke depan. Ia juga menekankan pentingnya memperhatikan kesejahteraan serta kebutuhan para driver pengangkut sampah sebagai garda terdepan dalam menjaga kebersihan kota.

Sementara itu, perwakilan driver pengangkut sampah menyampaikan apresiasi atas respons cepat Wali Kota Bengkulu yang membuka ruang dialog secara langsung. Mereka juga mengakui adanya kekeliruan dalam aksi yang dilakukan sebelumnya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Bengkulu yang telah merespons keluhan kami dan mengundang kami dalam silaturahmi ini. Di sisi lain, kami juga meminta maaf karena telah melakukan kesalahan tersebut tanpa berpikir panjang,” ujarnya.

Melalui pertemuan tersebut, Pemerintah Kota Bengkulu dan para driver pengangkut sampah sepakat untuk memperbaiki komunikasi serta menjaga kondusivitas demi terwujudnya pelayanan kebersihan kota yang lebih baik ke depan.

Daerah