Angka Kemiskinan Kota Bengkulu Turun Jadi 11,91 Persen di Era Dedy–Ronny
Bengkulu, Rakjat.com – Angka kemiskinan di Kota Bengkulu menunjukkan tren penurunan signifikan dalam tiga tahun terakhir. Berdasarkan data terbaru, persentase penduduk miskin pada tahun 2025 tercatat sebesar 11,91 persen, menjadi yang terendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Sebelumnya, angka kemiskinan Kota Bengkulu berada di level 14,71 persen pada 2023, kemudian turun menjadi 13,76 persen pada 2024, dan kembali mengalami penurunan cukup tajam pada tahun 2025.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bengkulu, Abriadi, mengatakan capaian tersebut tidak terlepas dari konsistensi Pemerintah Kota Bengkulu dalam menjalankan berbagai program perlindungan dan pemberdayaan sosial yang sejalan dengan visi dan misi Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi dan Wakil Wali Kota Ronny PL Tobing.
“Secara umum, program-program Dinas Sosial di tahun 2025 telah berjalan sesuai arah kebijakan pimpinan daerah. Meski penurunan angka kemiskinan belum mencapai target maksimal, namun tren penurunannya sudah terlihat dan ini menjadi modal penting untuk langkah ke depan,” ujar Abriadi saat diwawancarai.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Sosial terus memacu berbagai program pengentasan kemiskinan sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama menjelang tahun 2026.
Upaya berkelanjutan yang dilakukan sepanjang tahun 2025 mulai membuahkan hasil positif. Penurunan angka kemiskinan tersebut ditopang oleh optimalisasi penyaluran bantuan sosial, pendampingan kelompok rentan, serta penguatan sinergi lintas sektor bersama perangkat daerah terkait.
Meski demikian, Abriadi menegaskan pihaknya tidak ingin cepat berpuas diri dengan capaian yang ada. Memasuki tahun 2026, fokus utama Dinas Sosial Kota Bengkulu diarahkan pada peningkatan kualitas pelayanan publik serta evaluasi menyeluruh terhadap seluruh program penanggulangan kemiskinan.
Selain itu, Dinsos Kota Bengkulu juga akan memperkuat sistem pendataan masyarakat miskin serta memperluas koordinasi lintas sektor, sehingga kebijakan yang diambil lebih akurat, terpadu, dan berkelanjutan.
“Harapannya, dengan sistem yang semakin baik dan pelayanan yang lebih maksimal, penurunan angka kemiskinan di Kota Bengkulu pada 2026 bisa lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya,” pungkas Abriadi.