Skip to main content
Foto Bersama

BPJN Bengkulu Resmi Teken Kontrak Penggantian Jembatan Lubuk Sanai III di Mukomuko

BENGKULU,Rakjat.com – Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Bengkulu melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 resmi melaksanakan penandatanganan kontrak paket pekerjaan penggantian Jembatan Lubuk Sanai III melalui mekanisme E-Katalog, Jumat (8/5/2026).


Penandatanganan kontrak dilakukan bersama penyedia jasa, CV Karya Bona Pasogit, sebagai pelaksana pekerjaan penggantian jembatan yang berada di wilayah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu.


Kegiatan tersebut turut dihadiri Kasubbag Umum dan Tata Usaha (UTU) BPJN Bengkulu, Kepala Satuan Kerja PJN Wilayah I Provinsi Bengkulu Tendi Hardianto, ST., MT., PPK 1.1 Provinsi Bengkulu Alboin Simanjorang, ST., serta jajaran staf terkait lainnya.


Penggantian Jembatan Lubuk Sanai III merupakan bagian dari komitmen pemerintah pusat melalui BPJN Bengkulu dalam meningkatkan kualitas infrastruktur jalan dan jembatan guna menunjang mobilitas masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.


Dalam pelaksanaannya, BPJN Bengkulu bersama CV Karya Bona Pasogit menegaskan komitmen untuk menyelesaikan pekerjaan secara profesional dengan prinsip tepat mutu, tepat waktu, dan tepat sasaran agar manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.


Infrastruktur Lama Dikeluhkan Warga
Penggantian Jembatan Lubuk Sanai III dinilai mendesak mengingat kondisi infrastruktur di kawasan tersebut telah lama dikeluhkan masyarakat. Sejumlah laporan menyebutkan beberapa jembatan penghubung di wilayah Lubuk Sanai mengalami kerusakan, terutama pada bagian lantai jembatan yang masih menggunakan papan kayu sehingga dinilai membahayakan pengguna jalan.


Bahkan, kendaraan warga disebut kerap terperosok akibat papan jembatan yang lapuk dan rusak. Warga Kecamatan XIV Koto, Kabupaten Mukomuko, juga telah berulang kali meminta pemerintah melakukan perbaikan permanen karena jembatan tersebut menjadi akses utama masyarakat untuk aktivitas sehari-hari serta distribusi hasil pertanian.


Masyarakat menyebut sejumlah jembatan di kawasan Lubuk Sanai belum pernah mendapatkan perbaikan besar sejak pertama kali dibangun pada era transmigrasi tahun 1992.


Selain faktor usia konstruksi, tingginya mobilitas kendaraan serta pengaruh cuaca turut menyebabkan kualitas jembatan terus menurun. Kerusakan infrastruktur tersebut tidak hanya berdampak pada kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga berpotensi menghambat aktivitas ekonomi masyarakat.


Pemerintah Provinsi Bengkulu sendiri menegaskan pembangunan dan perbaikan jalan maupun jembatan tetap menjadi prioritas utama karena masih banyak infrastruktur yang memerlukan penanganan serius.


Dengan dimulainya proses penggantian Jembatan Lubuk Sanai III, masyarakat berharap akses transportasi di wilayah Mukomuko menjadi lebih aman, lancar, dan mampu menunjang pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Daerah