Skip to main content
Walikota Dedy Wahyudi memimpin Rakor Bersama Forkompinda

Rakor Bersama Forkompinda, Walikota Dedy Wahyudi : Tegaskan Jam Belajar Malam untuk Tekan Aksi Geng Motor di Kota Bengkulu

BENGKULU, Rakjat.com – Menyikapi aksi geng motor yang viral di Jalan S. Parman atau disimpang Lima dan beberapa Titik, Pemerintah Kota Bengkulu menggelar rapat koordinasi bersama Forkopimda, Sabtu (21/2).


Rakor tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Dedy Wahyudi, Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Rahmad Hidayat, Dandim, Pj Sekda Kota Bengkulu Medy, Kasatpol PP, Kapolsek serta para camat dan lurah se-Kota Bengkulu.


Dalam arahannya, Wali Kota Dedy Wahyudi menyampaikan bahwa kejadian kenakalan remaja berupa aksi geng motor dan perang sarung yang terjadi di Simpang Lima serta di Jalan KZ Abidin menjadi perhatian serius pemerintah daerah.


“Kita akan merumuskan langkah konkret untuk mengatasi persoalan ini agar tidak terus berulang dan meresahkan masyarakat,” tegasnya.


Sebagai langkah awal, Pemkot Bengkulu akan memberlakukan jam belajar malam mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai. Apabila masih ditemukan pelajar berada di luar rumah tanpa kepentingan jelas, maka akan dilakukan penertiban oleh Satpol PP, Ujar Walikota Dedy Wahyudi.


Lanjut Walikota Dedy Wahyudi menambahkan Selain itu, mengingat saat ini memasuki Bulan Suci Ramadan, pihak kelurahan diminta lebih aktif mengawasi lingkungan masing-masing agar masyarakat, khususnya remaja, tidak melakukan aktivitas yang menyimpang dari nilai-nilai bulan suci.


Sementara itu, Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Rahmad Hidayat meminta agar pihak kelurahan mengaktifkan kembali peran RT untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas masyarakat.


“Tolong kelurahan melibatkan RT agar kembali aktif melakukan kontrol sosial di lingkungan masing-masing,” ujarnya.


Dalam pemaparan Kabag Ops Polresta Bengkulu, Yudha, disampaikan bahwa sepanjang 2026 terdapat tiga kejadian geng motor yang sempat viral, yakni di Jalan Danau Dendam Tak Sudah, Kelurahan Dusun Besar; Jalan Merapi Raya; dan Jalan KZ Abidin.


Berdasarkan hasil pemetaan (mapping) kepolisian, ditemukan sedikitnya 13 titik yang diduga menjadi lokasi berkumpulnya kelompok gengster di Kota Bengkulu. Di antaranya berada di kawasan Panorama, Bumi Ayu, Gading Cempaka, Kuala Alam, Danau Dendam, hingga Jalan Kalimantan Raya.


Pemerintah Kota bersama aparat kepolisian, TNI menegaskan komitmen untuk menindak tegas segala bentuk kenakalan remaja yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat, demi menciptakan situasi yang kondusif di Kota Bengkulu.

Daerah