Kerja Nyata, Rohidin Bawa Bengkulu Peringkat Ke-2 PPD Se Nasional


Dengan raihan prestasi
bergengsi tersebut, Pemerintah Provinsi Bengkulu bahkan mengalahkan
provinsi-provinsi lain yang ada di Pulau Sumatera. Terbaik ke-1 diraih Jawa
Tengah dan terbaik ke-3 diraih Jawa Timur.
“Kita
bersyukur luar biasa atas pencapaian ini karena kita masuk 10 besar saja dalam
sejarah Bengkulu belum pernah. Sekarang kita berada di nomor 2, itu dengan
provinsi-provinsi besar, Jawa Tengah dan Jawa Timur,” terang Gubernur Bengkulu,
Dr. H. Rohidin Mersyah, MMA saat diwawancara usai menghadiri Pemberian Bantuan
Bedah Rumah di Bengkulu Tengah.
Lanjut Menurut
Rohidin dengan capaian tersebut tentunya akan berdampak sinergitas Bengkulu
dengan pusat yang akan terjalin dengan baik.
“Dampak
dari itu semua, sinergitas kita dengan pusat akan semakin sejalan. Kemudian
dalam bentuk langsung akan mendapatkan insentif anggaran yang cukup besar, akan
ditambahkan dalam APBD Provinsi tahun 2021,” paparnya.
Gubernur Rohidin
menjelaskan pertama adalah bagaimana sinergitas pembangunan infrastruktur
strategis yang sejalan dengan pembangunan nasional dan tentu dampaknya terhadap
ekonomi daerah.
“Ukuran-ukuran
seperti yang menjadi indikator bahwa adanya investasi yang melonjak cukup
tinggi di Bengkulu. Kedua, kemudian dari sisi koneksitas Bengkulu yang
terbangun dengan baik,” ungkapnya.
Selain itu, yang ketiga
adalah pembangunan dalam rangka memajukan sektor pariwisata Bengkulu yang
beberapa eventnya terintegrasi dengan event nasional, namun dengan tetap
mengacu pada potensi yang dimiliki Provinsi Bengkulu.
“Kemudian
kita memajukan sektor pariwisata. Ini memang unggulan kita. Dimana pariwisata
yang terintegrasi dengan event nasional dengan memperhatikan potensi yang
dimiliki Bengkulu,” katanya.
![]() |
| Kepala Bappeda Isnan Fajri |
Kepala Bappeda Provinsi
Bengkulu Isnan Fajri Mengatakan Penghargaan dari Bappenas pusat tersebut
ditorehkan dengan melihat aspek penilaian seperti proses penyusunan dokumen
perencanaan, kualitas dokumen perencanaan, inovasi perencanaan dan pencapaian
pembangunan.
“Penghargaan ini dilaksanakan Bappenas setiap tahun untuk memacu pembangunan di daerah,” ujar Kepala Bappeda Isnan Fajri.
“Penghargaan ini dilaksanakan Bappenas setiap tahun untuk memacu pembangunan di daerah,” ujar Kepala Bappeda Isnan Fajri.
Isnan Menambahkan dalam
penilaian ini tidak hanya pembangunan saja, tetapi banyak aspek yang
diperhatikan seperti dokumen perencanaan, kualitas perencanaan, dan lainnya
juga menjadi penilaian.
“Pada saat
penilaian administrasi kita terbaik 1 nasional. Kemudian yang kedua dilanjutkan
dengan pemaparan, kita diundang Bappenas untuk pemaparan di depan tim
independen yang sudah dipilih,” jelasnya.
Selanjutnya kata Isnan
Fajri tim penilai melanjutkan penilaian ke lapangan untuk melihat sesuai dengan
kondisi di lapangan sebenarnya.
“Saat
melihat ekowisata kita mereka melihat pertumbuhan ekonominya bagaimana,
pertumbuhan wisata kita, infrastruktur dan wisata unggulan. Mereka datangi,
mereka kunjungi dan wawancara langsung,” paparnya.
Editor :
Redaksi
