Yudi Susanda Dorong Optimalisasi Pendapatan Daerah
Kota Bengkulu, Rakjat.com - Pemerintah Kota Bengkulu terus mematangkan langkah strategis dalam mendorong digitalisasi transaksi daerah sekaligus memperkuat pengendalian inflasi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui audiensi bersama Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu yang berlangsung pada Senin (7/9/2026).
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan September 2026.
Dari pihak Pemerintah Kota Bengkulu, audiensi dipimpin Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan, Dewi Dharma, bersama Staf Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Lia Kamalia Heryati, serta jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) teknis, termasuk Kepala BPKAD, Kepala Bapenda, Kepala Disperindag, Kepala Dinas Pertanian, dan Kabag Ekonomi.
Kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, Bank Indonesia, dunia perbankan, pelaku usaha hingga masyarakat ini diarahkan untuk membangun ekosistem ekonomi daerah yang digital, efisien, stabil, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Melalui optimalisasi TP2DD, Pemkot Bengkulu berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui digitalisasi transaksi. Sementara itu, penguatan TPID difokuskan pada upaya menjaga daya beli masyarakat melalui stabilitas harga kebutuhan pokok.
Pemerintah Kota Bengkulu optimistis sinergi bersama seluruh pemangku kepentingan dapat memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat sekaligus meningkatkan peluang meraih penghargaan TPID Awards.
Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi nasional terhadap komitmen, inovasi, dan efektivitas pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan Kota Bengkulu, Dewi Dharma, menjelaskan bahwa High Level Meeting TP2DD dan TPID menjadi wadah strategis untuk memperkuat koordinasi dan sinergi dalam pengelolaan ekonomi daerah.
Menurutnya, kolaborasi bersama Bank Indonesia dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu meningkatkan PAD melalui digitalisasi transaksi sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok demi kesejahteraan masyarakat.
Di sisi lain, Kepala BPKAD Kota Bengkulu Yudi Susanda, menyampaikan bahwa digitalisasi transaksi daerah merupakan langkah penting dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan keuangan daerah. Ia berharap sinergi melalui TP2DD dan TPID dapat terus diperkuat sehingga pendapatan daerah semakin optimal dan stabilitas ekonomi masyarakat tetap terjaga.