Skip to main content
Anggota DPRD Kabupaten Seluma dari Fraksi Gerindra, Zetman

Ratusan Honorer di Seluma Dirumahkan, DPRD Minta Pemda Sediakan Solusi Pekerjaan

Seluma, Rakjat.com – Ratusan tenaga honorer yang sebelumnya mengabdi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Seluma kini tidak lagi aktif bekerja setelah kontrak mereka tidak diperpanjang. Kondisi tersebut memaksa para honorer terdampak untuk mencari sumber penghasilan baru demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga.


Anggota DPRD Kabupaten Seluma dari Fraksi Gerindra, Zetman, mengaku persoalan ini terus menjadi perhatiannya. Pasalnya, sebagian tenaga honorer yang terdampak diketahui telah mengabdi cukup lama, bahkan hingga belasan tahun.


“Tenaga honorer yang tidak diperpanjang kontraknya berjumlah ratusan orang. Jika pemerintah daerah memang belum mampu memperpanjang masa kontrak, setidaknya harus ada solusi dengan menyediakan peluang pekerjaan baru bagi mereka,” ujar Zetman, Rabu (25/2/2026).


Menurutnya, kebijakan tidak diperpanjangnya kontrak tersebut berpotensi meningkatkan angka pengangguran dan kemiskinan di Kabupaten Seluma.


“Mereka kehilangan sumber penghasilan tetap, sehingga risiko meningkatnya angka pengangguran dan kemiskinan sangat besar. Saya berharap pemerintah daerah dapat mempertimbangkan kondisi para honorer yang kini tidak lagi bekerja,” tambahnya.


Selain itu, Pemerintah Kabupaten Seluma juga diminta bertanggung jawab atas pembatalan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap II yang sebelumnya telah memasuki tahapan seleksi administrasi.


Keputusan Bupati Seluma, Tedi Rahman, untuk membatalkan seleksi PPPK dengan alasan keterbatasan anggaran dinilai kurang tepat. Zetman mengusulkan agar tenaga honorer yang telah mengikuti seleksi PPPK tahap II dapat diangkat menjadi PPPK paruh waktu.


“Pembatalan PPPK tahap II ini berdampak langsung pada meningkatnya angka pengangguran di Seluma. Untuk itu, perlu ada kebijakan alternatif agar para honorer tetap memiliki kesempatan bekerja,” pungkasnya.

Daerah