Skip to main content
Sekda Pimpin Rapat

Realisasi Pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Bengkulu, Pemprov Ajak Masyarakat Duduk Bersama

BENGKULU,Rakjat.com – Pemerintah Provinsi Bengkulu terus mematangkan realisasi pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kota Bengkulu sebagai bagian dari proyek strategis nasional di bidang pendidikan. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menggelar rapat pembahasan status lahan yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat, Rabu pagi (14/1).


Rapat tersebut berlangsung di Ruang Rapat Merah Putih Lantai II Kantor Gubernur Bengkulu dan dipimpin langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni. Hadir dalam rapat tersebut perwakilan Bagian Aset Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), unsur masyarakat, serta pihak-pihak terkait lainnya.


Herwan Antoni menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan perhatian khusus Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sehingga harus mendapat dukungan penuh dari seluruh pihak di daerah.


“Sekolah Rakyat ini merupakan atensi khusus dari Presiden Prabowo dan harus kita sukseskan bersama. Pemerintah provinsi telah menyiapkan lahan, melakukan pematangan lahan, serta penentuan titik nol yang telah dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum,” ujar Herwan.


Lahan yang dibahas dalam rapat tersebut memiliki luas sekitar 93.720 meter persegi dan berlokasi di Kelurahan Sukarami, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu.
Dalam forum tersebut, seluruh pihak diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangan serta menjelaskan kronologis terkait status lahan yang dimaksud. Pemerintah Provinsi Bengkulu menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan setiap persoalan secara transparan dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.


“Masyarakat memiliki hak yang sama untuk didengar. Semua masukan kita tampung, kita pelajari kronologisnya, kita telaah dasar hukumnya, dan akan kita selesaikan melalui prosedur hukum yang ada. Intinya, kami mengajak seluruh pihak untuk mendukung pendirian Sekolah Rakyat ini,” kata Herwan usai rapat.


Pemerintah Provinsi Bengkulu menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Bengkulu dapat rampung pada tahun ini, sehingga pada tahun ajaran berikutnya sekolah tersebut sudah dapat dimanfaatkan secara penuh.


Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto dengan tujuan memutus mata rantai kemiskinan melalui akses pendidikan yang berkualitas. Di Provinsi Bengkulu, Sekolah Rakyat dibangun di dua lokasi, yakni Kabupaten Kaur dan Kota Bengkulu.


Untuk Kota Bengkulu, Sekolah Rakyat diberi nama SRMA 6 Kota Bengkulu. Saat ini, kegiatan belajar-mengajar sementara dilaksanakan di Sentra “Dharma Guna” Bengkulu yang merupakan Unit Pelaksana Teknis Kementerian Sosial Republik Indonesia. Proses pembelajaran telah dimulai sejak tahun ajaran 2025.
Sekolah dengan sistem asrama ini menyediakan pendidikan 100 persen gratis untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA. Seluruh pembiayaan pembangunan bersumber dari APBN dengan dukungan pihak swasta serta kolaborasi lintas kementerian.


Salah satu keunggulan Sekolah Rakyat dibandingkan sekolah konvensional adalah pendekatan pembelajaran yang lebih fleksibel dan personal. Meski demikian, ijazah yang dikeluarkan tetap setara dengan sekolah umum karena mengacu pada Kurikulum Nasional.


Dengan hadirnya Sekolah Rakyat, anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem di Bengkulu diharapkan dapat memperoleh akses pendidikan yang layak secara gratis, lengkap dengan fasilitas yang sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah.

Daerah